Menjelang Hari Batik Nasional, Intip Tren Penjualan Batik Selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masker art karya Anne Avantie dirancang dengan kain batik, songket, dan tenun khas Nusantara. Foto: Instagram @anneavantieheart

    Masker art karya Anne Avantie dirancang dengan kain batik, songket, dan tenun khas Nusantara. Foto: Instagram @anneavantieheart

    TEMPO.CO, JakartaHari Batik Nasional akan diperingati pada tanggal 2 Oktober. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan ini ditujukan untuk meningkatkan pengenalan masyarakat akan batik dan bangganya menggunakan batik sebagai identitas bangsa Indonesia.

    Berbicara tentang batik seiring dengan pandemi Covid-19, penjualannya ternyata meningkat pesat terlebih dalam kurun waktu Maret hingga Agustus 2020. Hal ini disampaikan oleh salah satu perusahaan jual beli online, Tokopedia yang mengeluarkan tren penawaran batik di tengah merebaknya virus corona.

    Menurut External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya barang terpopuler yang berkaitan dengan batik adalah masker dengan motif batik. Hal tersebut tentu didukung dengan kebiasaan baru masyarakat di era new normal pandemi Covid-19 yang mewajibkan penggunaan penutup mulut dan hidung.

    “Kami melihat bagaimana penjual batik di Tokopedia tidak berhenti menghadirkan inovasi produk yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Terlihat dari produk batik paling laris di Tokopedia, yaitu masker bermotif batik penjualannya naik hingga lebih dari 20 kali lipat,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo.co pada 1 Oktober 2020.

    Sementara itu, mendukung keseharian masyarakat yang lebih banyak diam di rumah untuk menghindari penularan Covid-19, daster atau baju tidur motif batik pun ikut laris di pasaran. “Daster atau baju tidur batik menurut data internal Tokopedia mengalami peningkatan penjualan lebih dari 3,5 kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi,” katanya.

    Dengan kedua penjualan produk motif batik tertinggi, Ekhel mengatakan bahwa ini bisa menjadi momentum bagi para pegiat usaha di Indonesia khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menciptakan peluang dengan berinovasi. Terlebih UMKM punya peran signifikan dalam pemulihan ekonomi negeri yang terdampak pandemi, mengingat UMKM adalah penyumbang lebih dari 60 persen pendapatan negara.

    “Keberadaan UMKM saat dibutuhkan. Termasuk yang bergerak di industri batik, mari bersama mendukung keberlangsungan industri batik dengan #BanggaBuatanIndonesia,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.