Tertular Covid-19 di Pesawat Terbang, Besarkah Kemungkinannya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pesawat. Sumber: getty images/mirror.co.uk

    Ilustrasi pesawat. Sumber: getty images/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisakah orang tertular virus corona di pesawat terbang? Mungkin saja. Tapi seberapa besar kemungkinannya masih belum diketahui pasti. Seperti halnya semua hal terkait Covid-19, ilmu pengetahuan tentang ini terus berkembang.

    Pertama, untuk diperjelas segala jenis perjalanan saat ini meningkatkan risiko tertular Covid-19. Tentu saja, wajar khawatir naik pesawat terbang, bagaimanapun juga hal itu menempatkan Anda di ruang tertutup dengan penumpang lain yang mungkin terinfeksi dan bahkan tidak menyadarinya.

    Dikutip dari WebMD, banyak ahli mengatakan risiko keseluruhan terkena virus di pesawat itu sendiri relatif kecil dan penelitian yang dirilis baru-baru ini tampaknya mendukung. Risiko rendah, sebagian disebabkan oleh sistem resirkulasi udara di sebagian besar pesawat, yang menggantikan udara kabin dengan udara segar setiap 2-3 menit.

    Selain itu, sebagian besar pesawat dilengkapi dengan filter udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA), serupa dengan yang digunakan di unit perawatan intensif rumah sakit, yang menyaring 99,9 persen partikel. Namun, masih banyak yang tidak diketahui tentang virus ini dan dua studi terbaru lain menunjukkan bahwa berbagi kompartemen pesawat bukan sepenuhnya tanpa risiko.

    Dalam satu kasus, seorang penumpang dalam penerbangan dari London ke Hanoi, Vietnam, tampaknya telah menginfeksi 15 orang sesama pelancong. Dalam kasus lain, empat penumpang di pesawat dari Boston ke Hong Kong jatuh sakit karena Covid-19 setelah penerbangan. Karena mereka masing-masing dites positif untuk jenis SARS-CoV-2 yang sama, para peneliti sangat yakin mereka pasti telah saling menulari di dalam penerbangan.

    Penting untuk dicatat bahwa kedua penerbangan ini berlangsung pada awal Maret 2020 sebelum masker dipakai secara teratur dan keduanya merupakan penerbangan jarak jauh, satu beroperasi lebih dari 10 jam dan yang lain lebih dari 15 jam.

    Kemungkinan akan memakan waktu cukup lama sebelum para peneliti dapat memberi tahu dengan tepat keadaan dan perilaku apa yang meningkatkan kemungkinan penularan Covid-19 saat di pesawat terbang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.