Belajar Wirausaha Sejak Muda Bisa Bantu Anak Berpikir Kritis

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengusaha. Shutterstock

    Ilustrasi pengusaha. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Bidang Peserta Didik-Direktorat SMA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Juandanilsyah mengatakan ilmu kewirausahaan bisa melatih para pelajar untuk berpikir kritis, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik. Berlatih wirausaha bisa membuat para insan muda tumbuh lebih kreatif. "Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menjalankan berbagai aktivitas untuk mendorong kewirausahaan muda," kata Juandanilsyah dalam acara jumpa pers virtual Indonesia Student Company of the Year Competition (ISCC) 2020 di Jakarta pada 10 Oktober 2020.

    Dalam mendukung pembekalan kewirausahaan kepada generasi muda Indonesia, Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia), Caterpillar Indonesia, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia) kembali mengimplementasikan Program Student Company (Perusahaan Siswa) yang melibatkan lebih dari 900 pelajar SMA/SMK dari 11 wilayah di Indonesia. Berlangsung selama Januari-September 2020, program sukses melahirkan 44 bisnis baru dengan total omzet mencapai Rp 272 juta.

    Acara puncak Indonesia Student Company of the Year Competition (ISCC) 2020 digelar secara daring pada Sabtu 10 Oktober 2020 untuk memilih tim terbaik yang akan mewakili Indonesia pada kejuaraan bisnis level Asia Pasifik tahun depan. Lebih dari itu, perusahaan siswa yang telah terbentuk diharapkan dapat terus tumbuh menjadi UMKM yang solid dan berkelanjutan.

    Juandanilsyah mengatakan pemerintah perlu terus berkolaborasi untuk mengembangkan ilmu kewirausahaan di kalangan anak muda. "Kami sangat berterima kasih kepada PJI dan mitra-mitra perusahaan yang telah melanjutkan Program Student Company dan kompetisi ISCC 2020. Inisiatif ini selaras dan bersinergi dengan langkah-langkah pemerintah. Dengan demikian kewirausahaan muda Indonesia terus berkembang, bukan hanya para pelajar sekarang namun juga generasi yang akan datang,” kata Juandanilsyah.

    Saat ini, Indonesia dianggap memiliki iklim kewirausahaan yang semakin positif. Global Entrepreneurship Index (GEI) 2019, riset yang mengukur kualitas dan dinamika ekosistem kewirausahaan suatu negara, memasukkan Indonesia ke daftar 10 negara dengan skor peningkatan tertinggi. Peringkat Indonesia melejit dari 94 (GEI 2018) menjadi 75 dari 137 negara - bahkan di atas India dan Filipina. Selaras temuan tersebut, World Economic Forum juga menempatkan Indonesia di posisi teratas sebagai negara di ASEAN dengan rasio tertinggi anak muda yang memiliki aspirasi menjadi pengusaha.

    Chairman of the National Board Prestasi Junior Indonesia, Siddharta Moersjid mengatakan lingkungan kewirausahaan Indonesia tengah bergerak ke arah yang kian positif. Hal ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, terlebih di tengah pandemi COVID-19. "Optimisme itu yang kami usung dalam melaksanakan Program Student Company tahun ini. PJI bahkan melihat bahwa program yang telah kami gagas lebih dari satu dekade lalu menjadi semakin relevan dengan kondisi sekarang. Dengan peningkatan kompetensi kewirausahaan melalui pemberdayaan pelajar, kami meyakini UMKM di Tanah Air akan tumbuh dan diperhitungkan,” ujar Siddharta Moersjid pada kesempatan yang sama.

    Program Student Company dari PJI memberikan kesempatan kepada pelajar SMA dan SMK untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis kewirausahaan untuk mewujudkan sebuah ide bisnis. Para pelajar diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah di komunitas dan lingkungan melalui usaha yang mereka dirikan dan kelola secara mandiri. Selama periode program, relawan dari mitra PJI juga terlibat aktif dalam memberikan pendampingan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi. Dengan demikian, para pelajar bisa mengeksplorasi secara langsung bagaimana dunia usaha yang sesungguhnya, memperoleh gambaran lebih baik tentang keterampilan masa depan yang dibutuhkan untuk sukses, dan mulai mempertimbangkan kewirausahaan sebagai pilihan karir potensial.

    Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari mengungkapkan kegiatan sosial kemasyarakatan Citi Indonesia berfokus pada pemberdayaan generasi muda, utamanya dalam ranah edukasi dan literasi keuangan serta pengetahuan mengenai dasar-dasar kewirausahaan. Menurutnya, hal itu sejalan dengan inisiasi unggulan global timnya, yaitu Pathways to Progress yang baru-baru ini dikukuhkan kembali oleh Citi dan Citi Foundation untuk memberikan percepatan ekonomi yang lebih baik bagi generasi muda. "Dengan investasi sebesar lebih dari Rp 500 milliar sampai dengan tahun 2023, kami berharap semakin banyak lagi generasi muda yang kurang beruntung dapat terbantu terutama dalam menghadapi situasi yang sedang sulit akibat pandemi dan sekaligus percaya bahwa pemberdayaan generasi muda adalah solusi bagi kita semua untuk mengatasi krisis sekarang ini,” katanya.

    (Atas, ki-ka) Koordinator Bidang Peserta Didik-Direktorat SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Juandanilsyah; Chairman of the National Board Prestasi Junior Indonesia Siddharta Moersjid; dan Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Puni A. Anjungsari. serta (bawah, ki-ka) External Affairs Manager Public & Government Affairs ExxonMobil Cepu Limited Ichwan Arifin; dan President Director & CEO AIG Insurance Indonesia Rob Logie dalam sesi media Indonesia Student Company of the Year Competition (ISCC) 2020 di Jakarta pada 10 Oktober 2020. Prestasi Junior Indonesia bersama dengan para mitra sponsor mengimplementasikan Program Student Company dan ISCC 2020 yang melibatkan lebih dari 900 pelajar SMA/SMK dari 11 wilayah di Indonesia/Prestasi Junior Indonesia

    Sementara, Vice President Public & Government Affairs ExxonMobil Cepu Limited, Azi N. Alam, menyampaikan kolaborasi dengan PJI melalui Program Student Company merupakan realisasi visi EMCL dalam mendorong tumbuhnya wirausahawan muda, khususnya di sekitar wilayah operasi. "Kami yakin, perwakilan pelajar dari Tuban mampu mengoptimalkan pengalaman ini menjadi bekal dan motivasi sebagai wirausahawan. Melalui program ini, kami yakin, semangat wirausaha akan menginspirasi kalangan muda lainnya. Tidak hanya di Tuban, tapi di Indonesia. Tidak hanya saat ini, tapi juga masa mendatang,” katanya.

    Senada, CEO & President Director PT AIG Insurance Indonesia, Robert Logie mengatakan bahwa ia bangga melihat perkembangan kemampuan kewirausahaan, inovasi dan ide bisnis para siswa-siswi tingkat SMA dan SMK ini. Satu hal yang sangat menonjol adalah kepedulian mereka terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, hal ini merupakan bekal yang utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan di masa depan. "Program Student Company ini merupakan bagian dari fokus kami dalam program literasi keuangan dimana karyawan AIG Indonesia berpartisipasi secara aktif sebagai relawan serta berbagi pengalaman mereka termasuk pengetahuan manajemen risiko sebagai bagian dari literasi keuangan sehingga dapat membantu para siswa memahami lebih jauh mengenai membangun bisnis serta berorganisasi,” kat Robert.

    Tahun ini, Program Student Company memberikan manfaat kepada pelajar di 44 SMA/SMK di 11 wilayah, meliputi Batam, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Denpasar. Dari 44 perusahaan siswa yang terbentuk, PJI menyeleksinya menjadi 9 finalis yang berkompetisi dalam ISCC 2020; yaitu Cosera SC (SMK Kartini Batam), Sevone SC (SMAN 71 Jakarta), Nature Piece SC (SMKN 20 Jakarta), Brico SC (SMA Muhammadiyah Cileungsi), Elecra SC (SMAN 11 Bandung), D'Eagle SC (SMA Karangturi Semarang), Rasendriya SC (SMAN 16 Surabaya), Saglova SC (SMAN 1 Tuban) dan Forca SC (SMAN 2 Denpasar).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.