Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jadikan Pelajaran, Ini 4 Kesalahan Utama Milenial Dalam Atur Keuangan

image-gnews
Ilustrasi Milenial (Pixabay.com)
Ilustrasi Milenial (Pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mengatur keuangan dalam hidup bukanlah suatu hal yang mudah. Khususnya bagi milenial dengan pengalaman yang minim tentang mengelola uang, tentu akan sering tersandung oleh berbagai kesalahan.

Sebagai bentuk edukasi agar tak salah melangkah, perencana keuangan sekaligus pemilik ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie pun menyebutkan setidaknya empat kebiasaan yang wajib ditinggalkan supaya keuangan aman. Apa saja?

  1. Jangan berhutang untuk hal yang tidak esensial
    Prita menjelaskan bahwa salah satu ciri khas dari kaum milenial adalah tak ingin ketinggalan zaman. Contohnya jika ada handphone keluaran baru, mereka pasti akan tergoda untuk membelinya. Padahal, mereka belum tentu punya uang sehingga harus berhutang dan gadget tersebut juga tidak terlalu dibutuhkan.

    “Kebiasaan membeli hal-hal yang tidak esensial terlebih dengan cara berhutang sebaiknya ditinggalkan. Karena ini justru menambah beban untuk daftar pengeluaran Anda. Bayangkan jika Anda tiba-tiba di PHK, tentu akan kelabakan membayar hutang-hutang dari barang tidak penting itu,” katanya dalam webinar bersama Tokopedia pada 14 Oktober 2020.

  2. Menganggap dana darurat tidak penting
    Salah satu motto kaum milenial adalah YOLO atau hidup hanya sekali. Hal tersebut menurut Prita, membuat mereka memilih mengeluarkan uang demi seluruh kesenangan di depan mata belaka. Padahal, menyiapkan dana darurat lewat menyisihkan sedikit uang untuk kejadian penting juga tak kalah esensial.

    “Contohnya seperti pandemi saat ini. Saya lihat banyak sekali kaum milenial yang terdampak dengan pemotongan gaji dan sebagainya. Bayangkan jika Anda tidak punya simpanan dana darurat dan harus membiayai hidup atau keluarga, pasti tidak akan cukup. Baiknya mulai sekarang belajar menyisihkan uang untuk dana darurat setidaknya sampai enam kali gaji agar aman,” katanya.

  3. Senang menunda investasi
    Masih minim rasa ingin kaum milenial untuk berinvestasi. Padahal, investasi sangat berguna dalam mengembangkan kekayaan atau aset sebagai jaminan masa depan. Dengan demikian, segala cita-cita hingga biaya tak terduga bisa diatasi.

    Iklan
    Scroll Untuk Melanjutkan

    “Milenial itu senangnya yang instan-instan saja. Padahal lewat ilustrasi investasi, semakin dini kita menanam uang, semakin banyak juga uang yang bisa kita dapatkan di masa mendatang. Mindset kaum milenial ini harus diubah bahwa hidup itu berlangsung panjang sehingga berbagai persiapan menuju ke sana sudah harus diperhitungkan dengan matang,” katanya.

  4. Ikut-ikutan teman
    Rasa ingin tahu dan minat literasi yang rendah dari para kaum milenial juga membuat mereka sering ikut-ikutan dalam mengelola keuangan. Contohnya sedang tren main saham, mereka ikut. Sebenarnya, ini tidak masalah asal diimbangi dengan pengetahuan yang tinggi. Pasalnya setiap kegiatan keuangan harus dipikirkan dengan matang dan tanpa paksaan orang lain.

    “Karena ini keuangan kita pribadi, menurut saya jangan ikut-ikut. Kalau mau investasi trading misalnya, kita pelajari benar-benar lewat profil risiko dan sebagainya. Sebaliknya kalau ikut-ikutan, takutnya nanti Anda terjerumus karena tidak tahu betul apa yang dilakukan dengan uang Anda,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sri Mulyani Bertemu Presiden Singapura, Bahas Tantangan Ekonomi dan Keuangan Dunia

3 hari lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melawat ke Singapura untuk bertemu Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam.  Instagram/smindrawati
Sri Mulyani Bertemu Presiden Singapura, Bahas Tantangan Ekonomi dan Keuangan Dunia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam membahas tantangan ekonomi dan keuangan dunia terkini.


Thomas Djiwandono jadi Wamenkeu: Peran Ini Untuk Kontinuitas

6 hari lalu

Thomas Djiwandono saat dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis 18 Juli 2024. Thomas Djiwandono merupakan Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014. Tommy mengisi Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang dipimpin Sufmi Dasco Ahmad menjelang pergantian Pemerintah Jokowi. TEMPO/Subekti.
Thomas Djiwandono jadi Wamenkeu: Peran Ini Untuk Kontinuitas

Thomas Djiwandono angkat bicara mengenai tugasnya di Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.


OJK Dorong Percepatan Akses Keuangan di Papua

10 hari lalu

Logo OJK. (ANTARA/HO-OJK)
OJK Dorong Percepatan Akses Keuangan di Papua

OJK akan mendorong percepatan akses keuangan di Papua. Diharap bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


Tips Perencanaan Keuangan bagi Mahasiswa

10 hari lalu

Ilustrasi mengelola keuangan. Shutterstock
Tips Perencanaan Keuangan bagi Mahasiswa

Berikut empat langkah utama yang dapat dilakukan mahasiswa untuk membuat perencanaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.


Bank Indonesia Catat Modal Asing Masuk Sebesar Rp5,59 Triliun di Pekan Kedua Juli 2024

11 hari lalu

Ilustrasi uang rupiah. Shutterstock
Bank Indonesia Catat Modal Asing Masuk Sebesar Rp5,59 Triliun di Pekan Kedua Juli 2024

Aliran modal asing yang masuk di pasar keuangan domestik Indonesia pada rentang 8-11 Juli 2024 sebesar Rp5,59 triliun.


Cara yang Bisa Dilakukan Atasan untuk Mengetahui Apakah Karyawan Terlibat Judi Online

11 hari lalu

Ilustrasi bos sedang berkomunikasi dengan anggota timnya di tempat kerja. Foto: Unsplash.com/Amy Hirschi
Cara yang Bisa Dilakukan Atasan untuk Mengetahui Apakah Karyawan Terlibat Judi Online

Atasan bisa memanfaatkan media sosial untuk mendeteksi masalah keuangan karyawan, termasuk adakah indikasi terlibat judi online.


Alasan Dana Darurat Sebaiknya Disimpan Dalam Bentuk Tabungan

11 hari lalu

Ilustrasi dana darurat (PIxabay.com)
Alasan Dana Darurat Sebaiknya Disimpan Dalam Bentuk Tabungan

Analis OJK menyarankan dana darurat disimpan dalam bentuk tabungan sehingga mudah dicairkan kapan saja saat membutuhkan.


OJK Cabut Izin Koperasi LKMA PUAP Mugi Rahayu, Minta Pengurus Bentuk Tim Likuidasi

13 hari lalu

Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.)
OJK Cabut Izin Koperasi LKMA PUAP Mugi Rahayu, Minta Pengurus Bentuk Tim Likuidasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan Mugi Rahayu (Koperasi LKMA PUAP Mugi Rahayu).


Panduan Memilih Tabungan Anak yang Tepat dan Menguntungkan

13 hari lalu

Pegawai bank memperkenalkan uang kepada siswa TK/Playgroup Khalifah Makassar dalam kunjungan ke Bank BNI Syariah, Makassar, 28 April 2016. Program menabung bagi anak ini memanfaatkan program tabungan khusus anak-anak. TEMPO/Fahmi Ali
Panduan Memilih Tabungan Anak yang Tepat dan Menguntungkan

Memilih tabungan anak yang tepat merupakan langkah penting dalam membantu anak memulai perjalanan mereka mengelola keuangan secara mandiri.


Siapkan Taman Buah untuk Kebutuhan ASN Jakarta yang Pindah, OIKN: Tempat Healing Work from IKN

16 hari lalu

Deputi Lingkungan Hidup Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri saat penanaman pohon untuk Ruang Hijau Taman Buah Puspantara IKN di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Senin, 8 Juli 2024. TEMPO/Bagus Pribadi
Siapkan Taman Buah untuk Kebutuhan ASN Jakarta yang Pindah, OIKN: Tempat Healing Work from IKN

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Safitri mengatakan pembuatan Ruang Hijau Taman Buah Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, salah satunya untuk menyambut para aparatus sipil negara (ASN) dari Jakarta yang akan pindah pada September 2024.