Tips Tetap Produktif Setelah Tekena PHK

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PHK. Shutterstock

    Ilustrasi PHK. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Krisis COVID-19 terus menimbulkan perubahan yang tidak diinginkan dalam kehidupan kerja para karyawan di Indonesia. Menurut Laporan Survei JobStreet edisi Agustus 2020, sebagian kandidat telah terkena dampak negatifnya, yaitu terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) permanen atau dirumahkan sementara.

    Data yang diterima JobStreet, lebih dari separuh, atau 54 persen karyawan di Indonesia telah terkena dampak COVID-19, khususnya terkait situasi kerja mereka. Yang paling terkena imbasnya adalah para karyawan di Bali 79 persen, mereka yang tidak bekerja penuh waktu 67 persen, baru bekerja selama kurang dari 12 bulan 64 persen, dan karyawan dengan gaji rendah. Hal ini paling mempengaruhi pekerja di sektor perhotelan, katering 85 persen; pariwisata, biro perjalanan 82 persen; periklanan, hubungan masyarakat, jasa pemasaran 82 persen; pakaian, garmen, tekstil 71 persen; makanan dan minuman 69 persen; dan arsitektur, bangunan, konstruksi 64 persen.

    Akibatnya, persentase masyarakat yang kualitas hidupnya bahagia dan berkualitas turun secara signifikan sebanyak 55 persen atau dari 93 persen menjadi 38 persen. Penurunan ini paling jelas terlihat pada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja secara permanen. Tingkat kebahagiaan mereka turun sebanyak 71 persen, sedangkan karyawan yang sementara tidak bekerja kualitas kebahagiaannya turun sebanyak 59 persen.

    Perubahan mendadak dalam situasi kerja ini dapat sangat membebani kandidat, terutama menyangkut keuangan, rencana karier, serta produktivitas harian mereka. Bagaimana cara agar tetap produktif setelah terkena PHK?

    PHK bukan akhir hidup. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana cara memaksimalkan waktu luang Anda. Meskipun diperlukan berbagai penyesuaian untuk menetapkan suatu rutinitas baru, ingat betapa pentingnya untuk tetap produktif dan fokus pada prioritas Anda, walau ketika sedang tidak bekerja. Anda dapat memulai dengan tugas-tugas sederhana namun bermanfaat yang akan memberikan motivasi untuk menangani tugas-tugas yang sulit.

    Berikut merupakan beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memanfaatkan waktu istirahat ini dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 16 Oktober 2020.

    1. Periksa keadaan Anda secara keseluruhan
      Beberapa hari atau minggu pertama setelah kehilangan pekerjaan mungkin akan mengejutkan, dan Anda mungkin akan berusaha keras mencari cara untuk kembali memulai karier sesegera mungkin. Namun fokuslah pada diri Anda sendiri terlebih dahulu. Periksa apakah kondisi fisik, mental, dan emosional Anda dalam keadaan baik, agar dapat mengerjakan tugas lain dengan sukses. Menjaga kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Beristirahatlah sejenak dan lakukan hal-hal yang membuat Anda merasa rileks.

    2. Tinjau kondisi keuangan Anda
      Menurut survei, sebanyak 77 persen orang akan khawatir soal keuangan pribadi / keluarga. Itu adalah kekhawatiran terbesar para individu yang tidak bekerja. Memeriksa kembali keuangan, menyesuaikan anggaran pribadi dan keluarga, dan menginformasikan status Anda kepada pemberi kredit harus menjadi salah satu prioritas utama guna membantu meredakan kekhawatiran yang ada. Baca tips lainnya untuk mengelola kesulitan finansial Anda.

    3. Rencanakan langkah karier Anda selanjutnya
      Evaluasi kinerja dan pengalaman Anda dari pekerjaan sebelumnya. Pertimbangkan tugas-tugas yang telah diselesaikan dan yang menurut Anda menantang. Kemudian, sempurnakan rencana dan target karier Anda dan buat daftar hal baru yang ingin dicapai dalam pekerjaan berikutnya. Anda bisa menulis seperti peran dan tugas selanjutnya, industri atau sektor tertentu, dan kisaran gaji yang ideal untuk pengalaman dan keterampilan yang Anda miliki.

    4. Aktif mencari kerja
      Berdasarkan hasil survei, tujuh dari sepuluh kandidat sedang aktif mencari dan melamar pekerjaan. Kelompok yang paling banyak mencari pekerjaan adalah golongan orang yang terkena PHK sebanyak 88 persen. Hal ini dapat mengakibatkan persaingan yang ketat di pasar tenaga kerja, jadi penting untuk menonjolkan diri Anda di mata perekrut. Perbarui CV dan profil profesional Anda di JobStreet. Catat pekerjaan yang banyak diminati kandidat dalam beberapa bulan mendatang.

    5. Pertimbangkan untuk mengambil pekerjaan lepas atau berbasis proyek
      Pekerjaan kontrak dapat membantu Anda mendapat penghasilan sambil menunggu pekerjaan baru. Pekerjaan freelance rumahan bahkan dapat membantu Anda menyesuaikan diri dengan sistem bekerja dari rumah yang diterapkan sebagian besar perusahaan selama krisis COVID-19. Jika Anda ragu untuk mencobanya, berikut alasan mengapa freelance baik untuk karier Anda. Sembari melakukan ini, pantau terus aktivitas perekrutan karena 80 persen perusahaan di Indonesia diperkirakan akan melanjutkan rekrutmen dan lebih dari setengahnya atau sebanyak 56 persen perusahaan tidak akan mempermasalahkan pemutusan kerja akibat COVID-19.

    6. Ikuti webinar dan kursus online
      Meskipun Amda masih dalam tahap mencari pekerjaan, penting untuk terus mempelajari keterampilan baru. Manfaatkan webinar dan kursus yang relevan dengan pengalaman dan posisi yang hendak Anda lamar. Keterampilan baru yang diperoleh akan meningkatkan CV Anda dan dapat memperbesar peluang untuk direkrut.

      Walau kehilangan pekerjaan dalam masa sulit ini mengecilkan hati, ini merupakan kesempatan untuk merawat diri dan mengatur keuangan. Hal ini juga memungkinkan Anda untuk menyempurnakan rencana karier, mengasah keterampilan, dan mengambil pekerjaan paruh waktu. Berfokus pada aspek-aspek kehidupan ini dapat membantu menjadikan Anda kandidat yang lebih layak untuk mendapatkan pekerjaan yang prospektif.

      Jika Anda merupakan salah satu dari mereka yang terkena PHK atau sedang mencari peluang baru, JobStreet ingin membantu Anda menemukan pekerjaan dengan lebih cepat dan meningkatkan kualitas hidup dengan #LangsungKerja. Anda juga dapat mengunjungi Pusat Informasi dan Bantuan COVID-19 untuk mendapatkan informasi, lowongan pekerjaan, dan tips penting lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.