Layak Ditiru, Protokol Kesehatan Karyawan di Restoran Terkenal Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah mengubah segalanya. Pembukaan pariwisata secara bertahap dengan tatanan kehidupan baru (new normal) membuat pelaku usaha harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat untuk dapat mendorong kembali geliat ekonomi yang terdampak Covid-19.

    "Untuk menjalankan kembali operasional restoran, kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, baik kepada karyawan dan juga para tamu, karena kami sangat tidak ingin ada penularan di area restoran sehingga akan menjadi klaster nantinya,” kata Nyoman Sumerta, pemilik Bebek Tepi Sawah (BTS) yang sukses memadukan pesona alam Ubud dengan cita rasa bebek goreng yang kaya bumbu tradisional Bali.

    Protokol kesehatan di lapangan menurut pria yang akrab dipanggil Jro Dukuh dimulai dengan cek suhu tubuh setiap karyawan BTS pada saat kedatangan. Catatan suhu tubuh didokumentasikan setiap hari dengan membuat laporan secara terekam via foto dan video yang akan diterima semua jajaran manajemen, termasuk pemilik.

    "Jika ada yang suhunya lebih dari 37°C akan diperintahkan untuk pulang dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

    Selain itu, semua staf yang bertugas akan dilengkapi dengan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan yang harus selalu dipakai selama berada di area restoran. Staf kebersihan juga secara rutin akan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area resto. Tempat #cucitangan pun disediakan di hampir di setiap sudut restoran, lengkap dengan X-banner tulisan dan keterangan tentang pencegahan dan bahaya Covid.

    Jro Dukuh menegaskan bila ada tamu, jika menolak cek suhu tubuh dan tidak #pakaimasker, maka dengan hormat akan ditolak masuk area restoran. Bahkan, tamu yang makan di tempat juga dibatasi dengan menempati tempat duduk yang mengikuti aturan #jagajarak dan diharapkan melakukan pembayaran nontunai untuk alasan keamanan dan kebersihan.

    “Kami tidak mau ambil risiko,” ujarnya.

    Diakui Jro Dukuh, terjun di bisnis sektor pariwisata, yang merupakan bisnis yang mengedepankan kepercayaan, keamanan, dan kenyamanan membuanya harus memilih menerapkan protokol kesehatan secara ketat di bisnis restonya yang sudah digeluti sejak 1999 dan tersebar di berbagai kota di Indonesia hingga Singapura.

    Saat ini, belum semua restonya bisa dibuka kembali karena menunggu protokol kesehatan dan sertifikasi kelayakan tatanan kehidupan era baru. Rencana pembangunan BTS di Lampung pun terpaksa ditunda.

    "Baru sebagian kecil yang kembali dibuka. Kami juga baru mempekerjakan setengah dari staf karena menyesuaikan dengan tamu yang datang,” ujarnya.

    *Artikel ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?