Patuh Protokol Kesehatan, Kunci Mengakhiri Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Selalu patuh pada protokol kesehatan adalah kunci untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Dr. Sonny B. Harmadi, mengatakan patuh #pakai masker, #jaga jarak, dan #cucitanganpakaisabun (3M) bisa mengakhiri pandemi dan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih hidup bersih dan sehat.

    "Masih ada yang tidak percaya virus corona baru sehingga tidak menjalankan protokol kesehatan. Padahal, kalau total kita patuh 3M pandemi bisa berakhir dan dalam jangka panjang bisa dorong masyarakat untuk hidup bersih dan sehat," kata Sonny dalam bincang-bincang virtual “Sosialisasi Pesantren Daarul Quran: Iman, Aman, Imun” yang digelar Satgas COVID-19 di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Menurutnya, 3M dapat menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia seperti yang terjadi di negara-negara Asia Timur, misalnya Jepang dan Korea Selatan. Ia menjelaskan protokol kesehatan 3M ada berdasarkan pengalaman menghadapi wabah dan pandemi pada masa lalu serta didasarkan riset dan kajian.

    Jadi, pada negara yang masyarakatnya menggunakan masker secara ketat, dalam tiga minggu kasus positif COVID-19 turun drastis, tersisa 20-25 persen kasus hariannya. Sonny juga mengatakan melakukan jaga jarak juga sudah diteliti secara ilmiah bermanfaat dalam mencegah penularan virus yang menyebar dari droplet dan aerosol.

    "Contohnya orang berbicara akan menyebarkan aerosol sebetulnya. Jadi jaga jarak 2 meter bisa membuat kita menjadi lebih aman," jelanya.

    Terkait dengan mencuci tangan memakai sabun, ia mengatakan hal itu juga sudah diteliti secara ilmiah manfaatnya dapat membunuh virus dan bakteri yang menempel di badan seseorang. Ia mencontohkan masyarakat Jepang yang sudah memiliki kesadaran memakai masker ketika sedang kurang enak badan.

    Mereka tidak mau menulari orang lain virus atau penyakit yang sedang ada dalam tubuhnya, selain itu sadar bahwa dalam kondisi imun yang sedang menurun itu harus mencegah agar tidak ada virus atau bakteri lain yang justru masuk ke tubuh.

    "Jadi itu juga bentuk kepedulian sosial. Selain melindungi diri sendiri, juga sadar untuk melindungi orang lain," kata Sonny.

    *Ini adalah artikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.