Olahraga di Masa Pandemi Covid-19, Jangan Lupa Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga dengan wajah ditutup masker. Sumber: China News Service via Getty Ima/mirror.co.uk

    Ilustrasi olahraga dengan wajah ditutup masker. Sumber: China News Service via Getty Ima/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai jenis olahraga dilakukan banyak orang di di era new normal pandemi Covid-19 dengan maksud menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas. Beberapa contohnya adalah zumba, yoga, senam, lari, hingga bersepeda.

    Namun perlu diingat, aktivitas fisik tentu tetap harus #pakaimasker. Pasalnya, masker adalah salah satu alat pelindung diri yang paling ampuh untuk menjaga dari risiko terpapar virus corona. Jangan lupa pula selalu #jagajarak dan rajin #cucitangan.

    Berbicara tentang berolahraga dengan menggunakan masker, Dokter Konsultan Cedera Olahraga dan Artroskopi di Rumah Sakit Pondok Indah, Andi Nusawarta, beberapa waktu lalu mengatakan masih banyak masyarakat yang salah saat melakukannya. Ia pun memberikan tips benarnya.

    Pertama dari segi pemilihan masker. Menurutnya masker yang benar digunakan ialah berjenis kain. Sebaliknya, hindari masker bedah atau N95 lantaran bisa membuat sesak napas penggunanya.

    “Kalau maskernya bedah atau N95, kemampuan menyaring udaranya lebih tinggi. Kalau dipakai olahraga, bisa sesak. Jadi paling benar maskernya harus yang berjenis kain agar pernapasan tetap aman,” katanya.

    Masih seputar masker, Andi juga mengimbau agar masker kain diganti setiap 4 jam sekali. Ini berlaku khususnya bagi para atlet atau orang-orang yang berolahraga dengan cucuran keringat yang banyak.

    “Kalau masker kainnya basah karena keringat kemudian kering, itu dihirup tubuh juga tidak sehat. Kemampuan untuk menangkal virus dan bakteri yang mau masuk juga berkurang. Jadi kalau basah kuyup, setidaknya bawa cadangan dan ganti maksimal 4 jam sekali,” jelasnya.

    Terakhir, mengenai jenis olahraga, ia tidak membatasi. Namun, Andi lebih mengarahkan untuk memilih aktivitas fisik dengan intensitas ringan ke sedang saja sebab aliran oksigen dengan ditutupi masker tidak akan terganggu.

    “Perlu digaris bawahi, masker tidak memberikan efek bahaya apapun selama olahraga yang dikerjakan itu intensitas ringan ke sedang. Kalau berat, baru mengganggu karena kebutuhan oksigen lebih banyak saat kondisi itu tapi terhalang masker,” katanya.

    *Artikel inimerupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sumber Vaksin Covid-19 di Indonesia

    Pemerintah sedang merencanakan imunisasi Covid-19 skala besar. Berikut sumber vaksin rencana ini.