Hidupkan Geliat Ekonomi dengan UMKM yang Disiplin Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasar tumpah. ANTARA

    Ilustrasi pasar tumpah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi COVID-19 merupakan bencana non-alam yang mendera tidak hanya masyarakat di seluruh Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia. Oleh karena itu, setiap orang yang bisa beradaptasi, karena dengan lebih cepat beradaptasi, pandemi COVID-19 akan dapat lebih cepat diatasi. Delapan bulan merupakan waktu yang cukup lama bagi pemerintah dan masyarakat untuk bisa menyesuaikan diri dan mengatur strategi untuk bisa menghadapi pandemi COVID-19.

    Pemerintah pun mengimbau seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, sehingga aktivitas ekonomi yang dijalankan tidak mendorong penambahan jumlah kasus positif COVID-19.

    "Sekarang yang kita perlukan adalah melakukan kegiatan ekonomi tersebut, jangan sampai menimbulkan kasus. Jadi, sebenarnya kalau menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, harusnya kasusnya tidak naik," kata Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Profesor Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020.

    Untuk itu, Wiku menilai penerapan protokol kesehatan harus benar-benar dilaksanakan dengan disiplin sehingga masyarakat maupun pelaku UMKM tetap dapat menjalankan aktivitas tanpa khawatir tertular COVID-19.

    "Mari kita latihan beradaptasi melakukan itu secara bertahap, tapi secara disiplin," imbaunya.

    Ia mencontohkan salah satu aktivitas ekonomi di pasar. Wiku mengatakan bahwa pasar merupakan tempat masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, jika protokol pencegahan COVID-19 diterapkan dengan disiplin, yaitu dengan tetap #pakaimasker, antrean diatur agar protokol #jagajarak bisa dilaksanakan, kebiasaan #cucitangan dengan sabun juga difasilitasi dan diterapkan dengan baik, maka potensi penularan COVID-19 seharusnya tidak ada.

    "Sehingga, kalau itu dilakukan secara disiplin dan dimonitor dan tidak ada kasus, itu berarti keberhasilan sektor usaha untuk mulai bergerak," katanya.

    "Kalau mereka bergerak, sektor yang lebih besar yang menjadi gantungannya sektor yang kecil ini juga akan bergerak. Kita harus sama-sama bergerak. Jadi kesehatan dan ekonomi itu harus bersama-sama. Jadi, adaptasinya bukan adaptasi individu, melakukan 3M, protokol kesehatan, tetapi juga adaptasi dalam menjalankan kegiatan ekonomi," kata Wiku.

    *Ini adalah konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?