Kiat Libur Panjang Aman dan Nyaman di Musim Hujan dan Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Libur panjang pekan ini berlangsung selama lima hari. Resminya, mulai besok, Rabu sampai Minggu, 28 Oktober - 1 November 2020. Namun pada sore ini sudah banyak orang yang bergerak ke luar kota, menuju destinasi wisata atau berkunjung ke sanak keluarga.

    Bagi Anda yang bepergian selama libur panjang, ada beberapa hal yang harus dibawa selama perjalanan. Perlu diingat ini musim hujan dan Covid-19 masih merajalela. Pastikan tubuh dalam kondisi sehat dan tetap terapkan protokol kesehatan di manapun berada.

    Dokter spesialis kulit sekaligus Direktur Medis Klinik Dermalogia, Arini Astasari Widodo mengatakan musim hujan bukan alasan melupakan penggunaan tabir surya. "Walau terhalang awan, sinar matahari tetap dapat menembus sampai 90 persen," katanya.

    Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    Selain melindungi kulit dari sinar ultraviolet matahari, Arini Astasari juga mengingatkan potensi infeksi jamur. Sebab, musim hujan membuat kondisi kulit cenderung lembap dan memicu tumbuhnya jamur. Jamur ini kerap muncul di kaki, sela paha, rambut, punggung, dan ketiak.

    Bagi yang alergi cuaca dingin juga sebaiknya menghindari bepergian ke daerah bersuhu rendah. Ada pula alergi terhadap komponen jamur atau eksim, seperti kurap, kudis, kutu air dan keputihan. Supaya tidak terkena masalah jamur, Arini Astasari menyarankan pakai busana yang menyerap keringat, ganti baju saat berkeringat, dan mandi teratur.

    Mengenai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, terapkan 3M. Memakai masker, menjaga jarak fisik, serta mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Jika berada di dalam ruangan, pastikan sirkulasi udara berjalan baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.