Saran Pakar buat Pasien Covid-19 yang Pilih Isolasi Mandiri

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dr. Adam Prabata, kandidat PhD Ilmu Kedokteran di Universitas Kobe Jepang mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan dan diperhatikan terkait isolasi mandiri di rumah akibat positif Covid-19. Pasalnya, tidak jarang ada juga orang-orang yang melakukan isolasi mandiri tanpa benar-benar paham apa yang harus dilakukan dan perhatikan.

    Sebetulnya, yang perlu melakukan isolasi mandiri adalah pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan dan suspek Covid-19 gejala ringan tanpa komorbid. Bisa juga orang yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Lalu, tempatkan pasien di ruang sendiri dengan ventilasi yang baik, meminimalisir berbagi ruangan, dan memastikan ruang bersama berventilasi baik, serta membatasi pergerakan pasien.

    “Cara merawat pasien adalah dengan menyiapkan satu orang yang sehat untuk merawat, menggunakan masker bedah dan sarung tangan saat melakukan perawatan pada pasien, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien atau lingkungan pasien. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan keluarga adalah menghindari kontak dengan barang yang terkontaminasi pasien, memisahkan alat makan pasien, selalu menggunakan masker, dan jangan menggunakan masker serta sarung tangan bekas,” paparnya.

    Untuk pakaian, sprei dan handuk pasien bisa dicuci menggunakan mesin cuci dengan air 60-90 derajat celcius dan deterjen, ditempatkan pada kantung khusus, dan menggunakan sarung tangan saat mencuci. Untuk membersihkan permukaan di sekitar pasien, termasuk jamban dan kamar mandi, bisa menggunakan sabun atau deterjen rumah tangga atau larutan NaOCI 0,5 persen.

    Yang perlu dipelajari sebelum dan saat melakukan isolasi mandiri adalah belajar cara #cucitangan dan #pakaimasker yang baik dan benar. Selama isolasi mandiri kita memiliki hak untuk dipantau oleh dinas dan fasilitas kesehatan terdekat serta melakukan isolasi di fasilitas khusus bila tidak mampu memenuhi kriteria atau melaksanakan isolasi mandiri.

    Tidak hanya hak, pasien juga memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan pada saat isolasi mandiri, yakni proaktif berkomunikasi dengan petugas kesehatan, melengkapi data kasus, dan melakukan isolasi mandiri sebaik-baiknya.

    “Melakukan isolasi mandiri dengan benar bisa mencegah penularan Covid-19 ke orang terdekat,” tuturnya.

    *Arikel ini merupakan  kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Kreatif Memanfaatkan Platform Jaringan Sosial Untuk Pembelajaran

    Berdasarkan konsep Merdeka Belajar Menteri Nadiem, Pemanfaatan Teknologi dalam Inovasi Pembelajaran sangat Penting.