Ayo Turunkan Risiko Kematian Akibat Covid-19 dengan Jaga Berat Ideal

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Obesitas. telegraph.co.uk

    Ilustrasi Obesitas. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti yang sering disampaikan oleh para ahli, berat badan yang berlebih meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit virus corona. Karena itu, obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang tak boleh disepelekan selama pandemi Covid-19.

    Adapun sebuah studi terbaru menemukan fakta lain terkait obesitas dan Covid-19. Melalui jurnal Obesity Reviews, para peneliti mengatakan hampir 50 persen pasien positif virus corona yang obesitas berisiko meninggal dunia.

    Awalnya, para ilmuwan melihat fenomena orang dengan BMI lebih dari 30. Lewat penggabungan data di 75 negara di dunia, ditemukan bahwa pasien Covid-19 yang obesitas memiliki kemungkinan untuk dirawat di unit perawatan intensif dan memiliki peluang lebih tinggi untuk tutup usia.

    Setelah diamati lebih jauh, Kepala Petugas Medis WebMD John Whyte menerangkan obesitas dikaitkan dengan banyak faktor risiko lain untuk Covid-19, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

    "Sepertinya obesitas itu sendiri merupakan faktor risiko yang berdampak buruk jika Anda terkena Covid-19. Kondisi lain menambah risiko lebih besar. Ini mungkin menjelaskan mengapa BMI tinggi lebih terkait dengan kasus Covid-19 yang parah,” katanya, seperti dilansir dari situs Men’s Health.

    Whyte juga menegaskan obesitas dapat menyebabkan peradangan dan resistensi insulin, yang membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi. Lebih lanjut, para peneliti juga khawatir jika vaksin mungkin tidak bekerja dengan baik pada orang dengan obesitas.

    "Kemungkinan vaksin yang dikembangkan untuk mengatasi Covid-19 akan kurang efektif untuk individu dengan obesitas karena respons kekebalan yang lemah. Namun karena belum ada bukti, ini menjadi sesuatu yang perlu kita pantau dan awasi dengan cermat," ungkapnya.

    Untuk alasan tersebut, Whyte kembali mengingatkan agar masyarakat khususnya yang memiliki obesitas untuk menjaga berat badan. Tak lupa, menerapkan protokol kesehatan serta memperhatikan berbagai gejala virus corona yang mungkin dirasakan.

    “Selalu #pakaimasker, melatih #jarakfisik, dan #cucitangan adalah cara terbaik untuk menghindari penyakit. Anda juga harus tetap aktif dan menjaga pola makan yang seimbang untuk mengurangi risiko sakit parah. Dengarkan tubuh dan hubungi dokter jika merasa tidak enak badan,” tuturnya.

    *Ini adalah konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?