Pakar Sebut Masker Kain pun Efektif Cegah Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi masker kain. ANTARA/Adwit B Pramono

    Ilustrasi masker kain. ANTARA/Adwit B Pramono

    TEMPO.CO, Jakarta - Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Cambridge dan Universitas Northwestern menyebutkan masker kain terbukti efektif mencegah penularan virus corona. Para peneliti mengungkap sebagian besar kain yang biasa digunakan untuk masker wajah nonklinis efektif dalam menyaring partikel ultrafine yang mungkin mengandung virus, seperti SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19.

    Untuk penelitian tersebut, para peneliti menguji semua sampel mulai dari kaus dan kaus kaki hingga jeans dan tas vakum untuk mengungkap jenis bahan masker mana yang paling efektif dalam menyaring partikel dengan kecepatan tinggi, yang mencerminkan bagaimana mereka bekerja jika seseorang batuk atau bernapas dengan berat saat #pakaimasker.

    Mereka juga memeriksa efektivitas N95 dan masker bedah, yang lebih umum dipakai oleh profesional perawatan kesehatan. Masker N95 terbukti sangat efektif, namun kantong vakum HEPA yang dapat digunakan kembali sebenarnya melebihi kinerja N95 dalam beberapa pengujian.

    Saat melihat masker kain buatan sendiri, peneliti menemukan secara umum masker yang dibuat dari beberapa lapisan kain paling efektif. Selain itu, menggabungkan interfacing atau teknik yang digunakan untuk menguatkan kerah, ternyata lebih efektif meskipun lebih sulit untuk bernapas.

    Para peneliti juga menguji seberapa efektif masker kain saat lembap dan setelah dicuci. Mereka menemukan masker kain bekerja dengan baik saat lembab dan juga cukup baik setelah satu siklus pencucian.

    Penulis utama penelitian, Eugenia O'Kelly, mengatakan masker kain telah menjadi kebutuhan baru bagi banyak orang sejak awal pandemi COVID-19, terlebih saat persediaan masker N95 dan masker medis terbatas sehingga mulai banyak yang membuat masker sendiri.

    "Sebagai insinyur, saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang mereka, seberapa baik bahan yang berbeda bekerja dalam kondisi yang berbeda, dan apa yang membuat kesesuaian yang paling efektif," kata O'Kelly.

    O'Kelly mengatakan bahan denim cukup efektif dalam memblokir partikel virus tetapi sulit untuk bernapas. "Jadi, mungkin bukan ide yang baik untuk membuat masker dari celana jins lama. Masker N95 jauh lebih mudah dihirup daripada kombinasi kain apa pun dengan tingkat filtrasi yang serupa," ujar O'Kelly.

    O'Kelly juga mengatakan masker kain semakin populer digunakan oleh masyarakat namun menemukan bahan yang tepat seperti keseimbangan antara efektif dan nyaman untuk bernapas masih menjadi masalah.

    "Kami ingin bahan tersebut efektif dalam menyaring partikel tetapi juga perlu mengetahui bahwa bahan tersebut tidak membuat pengguna berisiko menghirup serat yang berbahaya," ujar O'Kelly.

    "Kami telah menunjukkan dalam situasi darurat di mana masker N95 tidak tersedia, seperti pada hari-hari awal pandemi ini, masker kain secara mengejutkan efektif dalam menyaring partikel yang mungkin mengandung virus, bahkan pada kecepatan tinggi," lanjut O'Kelly.

    *Konten ini adalah kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.