Cegah Covid-19, Tingkatkan Kekebalan Tubuh dengan Makanan Bergizi dan Olahraga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita makan buah dan sayur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita makan buah dan sayur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi COVID-19, ada rumus gizi ditambah olahraga sama dengan imunitas tubuh. Rumus ini dilontarkan Medical Senior Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, M. Gizi saat memberikan tips untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari paparan virus corona.

    Menurut Dedyanto, di tengah wabah seperti sekarang, peningkatan imunitas tubuh menjadi suatu hal yang wajib, di samping mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, yang dikenal sebagai 3M, atau memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Mengenai makanan sehat dan bergizi, Dedyanto memberikan resep agar memilih sumber makanan yang segar dengan mengurangi makanan kaleng yang mengandung pengawet.

    Susun asupan makanan sehari-hari berdasarkan jenis dan jumlah zat gizi disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh. Pantau juga kondisi berat badan agar dalam batas-batas yang ideal. Kebutuhan gizi dipenuhi dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan. Tujuannya agar kebutuhan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin, mineral), serta air dapat terpenuhi.

    Kemudian soal olahraga, Dedyanto mengatakan harus teratur. Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan durasi olahraga aerobik 150 menit per pekan atau kombinasi dari 75 menit per pekan olahraga aerobik dengan dua hari olahraga beban.

    Olahraga aerobik bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sedangkan olahraga beban penting untuk memelihara masa otot dan kesehatan tulang dan persendian. Durasi olahraga antara 30-60 menit untuk setiap sesi latihan. Berolahraga sesuai dengan kemampuan tubuh dan jangan berlebihan.

    Dedyanto menambahkan selain olahraga perlu juga selalu menjaga kebersihan badan, yakni dengan cara berjemur pada pagi hari. Berjemur akan mengaktifkan cadangan vitamin D yang tersimpan di bawah kulit. Vitamin D adalah salah satu nutrisi yang memiliki peran penting dalam kerja sistem imun.

    Rendahnya kadar vitamin D akan meningkatkan risiko paparan infeksi. Berjemur bagi orang yang tinggal di Indonesia sebaiknya dilakukan pada jam 09.30-10.00. Dalam rentang waktu itu, menurut Dedyanto, kadar ultraviolet B (UVB) dinilai cukup untuk mengaktifkan vitamin D dan kadar UVA (yang dapat menyebabkan kerusakan kulit) dinilai tidak terlalu tinggi. Durasi berjemur selama 10-20 menit, tanpa tabir surya, dan mengenai minimal 1/3 luas permukaan tubuh.

    *Ini adalah artikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada Menteri KKP Edhy Prabowo Di Balik Lobster

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dilaporkan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu dini hari, 25 November 2020.