Jangan Khawatir, Pakar Jamin Efektivitas dan Keamanan Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona Covid-19. ANTARA/Shutterstock/am.

    Ilustrasi peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona Covid-19. ANTARA/Shutterstock/am.

    TEMPO.CO, Jakarta - Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe membeberkan proses pembuatan hingga penyaluran vaksin sehingga dapat dijamin efektivitasnya dan aman untuk digunakan, terutama vaksin COVID-19.

    "Yang pertama tentukan dulu mau bikin vaksin apa. Setelah itu, kita uji coba pada binatang percobaan," kata Dirga, yang juga dokter spesialis penyakit dalam pada dialog Juru Bicara Pemerintah bertema "Jalan Panjang Vaksin Sampai ke Tubuh Manusia", di Jakarta, Jumat, 20 November 2020.

    Ia mengatakan setelah vaksin diuji coba pada binatang percobaan dan terbukti aman serta efektif kemudian diuji coba pada manusia, atau disebut sebagai uji klinis. Fase uji klinis tersebut ada tiga tahapan dan memerlukan waktu yang sangat lama. Tujuannya untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

    "Lalu setelah itu barulah vaksin mendapat izin edar. Di Indonesia itu dari Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan), baru bisa kita gunakan secara luas," jelasnya.

    Ia menekankan vaksin yang sudah mendapat izin dari Badan POM adalah yang dapat dijamin keamanan dan efektivitasnya. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan keamanan vaksin tersebut. Lebih lanjut, Dirga mengatakan efektivitas suatu vaksin dapat dilihat pada tahap uji klinis, terutama fase 3, yang melibatkan ribuan orang sehingga dari fase tersebut dapat dilihat gambaran nyata efektivitas vaksin tersebut.

    Adapun terkait pengamanan dalam penyimpanan vaksin, Dirga menjelaskan vaksin merupakan produk biologis yang sangat sensitif terhadap suhu tertentu sehingga untuk memastikan keamanannya perlu disimpan pada suhu yang sesuai, yaitu antara 2-8 derajat Celsius, kecuali vaksin polio.

    "Artinya sejak vaksin itu dibuat di pabrik sampai digunakan di rumah sakit, di puskesmas, termasuk dalam hal transportasi, pengantaran, semuanya mesti terjamin, suhunya mesti dijaga 2-8 derajat Celsius. Dan tidak usah khawatir karena kita sudah berpengalaman," ujarnya.

    *Ini merupakan artikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Staf Khusus Edhy Prabowo yang Terjerat Korupsi

    Dua Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi simpul utama dalam kasus dugaan korupsi.