Pandemi Covid-19, Tetap Aktif Olahraga dan Rasakan Manfaatnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Olahraga Lunge Bersama Anak/Tabloid Bintang

    Ilustrasi Olahraga Lunge Bersama Anak/Tabloid Bintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi COVID-19, sebagian orang hanya menghabiskan waktu di rumah, seperti bekerja dan belajar secara virtual. Hal ini pun membuat sulit untuk berolahraga karena beberapa alasan.

    Di saat pandemi, aktivitas fisik dan olahraga justru sangat penting untuk segala usia. Bahkan, badan kesehatan dunia atau WHO menggalakkan kampanye "WHO's Be Active" untuk membuat masyarakat tetap bergerak.

    Dikutip dari laman resmi WHO, melakukan gerakan fisik di sela-selama kerja dari rumah (work from home) dengan intensitas ringan selama 3-4 menit, seperti jalan kaki atau peregangan, dapat membantu melemaskan otot dan memperlancar peredaran darah serta aktivitas otot. Aktivitas fisik yang teratur bermanfaat bagi tubuh dan pikiran, dapat menurunkan tekanan darah tinggi, membantu mengatur berat badan, dan mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, berbagai jenis kanker, serta semua kondisi yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap COVID-19.

    Aktivitas fisik juga meningkatkan kekuatan tulang dan otot serta meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kebugaran. Untuk orang tua, aktivitas yang meningkatkan keseimbangan membantu mencegah jatuh dan cedera.

    Aktivitas fisik atau berolahraga disebut berpengaruh bagi kesehatan mental, seperti mengurangi risiko depresi, penurunan kognitif, menunda timbulnya demensia, serta meningkatkan suasana hati secara keseluruhan. WHO memiliki rekomendasi tentang jumlah aktivitas fisik yang harus dilakukan orang dari segala usia untuk memberi manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan.

    Bayi di bawah usia 1 tahun
    Semua bayi harus aktif secara fisik beberapa kali sehari. Bagi mereka yang belum bisa merangkak atau berjalan setidaknya lakukanlah berbagai permainan di lantai dalam posisi tengkurap selama 30 menit sehari atau selama bayi terjaga.

    Anak di bawah usia 5 tahun
    Semua anak kecil harus menghabiskan setidaknya 180 menit sehari dalam berbagai jenis aktivitas fisik dengan intensitas apa pun. Anak-anak berusia 3-4 tahun harus menghabiskan setidaknya 60 menit dari waktu ini dalam melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat.

    Anak-anak dan remaja 5-17 tahun
    Semua anak dan remaja harus melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat setidaknya 60 menit sehari. Hal ini harus mencakup aktivitas yang memperkuat otot dan tulang setidaknya tiga kali seminggu. Melakukan aktivitas fisik lebih dari 60 menit setiap hari pun dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

    Dewasa di atas 18 tahun
    Semua orang dewasa harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang sepanjang minggu, atau setidaknya 75 menit aktivitas fisik dengan intensitas tinggi sepanjang minggu. Untuk manfaat kesehatan tambahan, orang dewasa harus meningkatkan aktivitas fisik intensitas sedang menjadi 300 menit per minggu.

    Sementara untuk mengembangkan dan memelihara kesehatan muskuloskeletal, aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama harus dilakukan dua kali atau lebih dalam seminggu.

    Lansia
    Bagi lansia yang sudah sulit berjalan atau bergerak, lakukanlah aktivitas fisik yang bersifat meningkatkan kesimbangan sebanyak tiga kali dalam seminggu.

    *Ini merupakan artikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Staf Khusus Edhy Prabowo yang Terjerat Korupsi

    Dua Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi simpul utama dalam kasus dugaan korupsi.