Anak akan Kembali Belajar Tatap Muka, Simak Tips untuk Mempersiapkannya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru dan siswa melakukan simulasi kegiatan belajar tatap muka di SMPN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 7 Agustus 2020. Simulasi yang dilakukan guru dan pegawai sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut merupakan salah satu persiapan untuk mengadakan kegiatan belajar tatap muka  yang sehat serta bebas COVID-19. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Guru dan siswa melakukan simulasi kegiatan belajar tatap muka di SMPN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 7 Agustus 2020. Simulasi yang dilakukan guru dan pegawai sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut merupakan salah satu persiapan untuk mengadakan kegiatan belajar tatap muka yang sehat serta bebas COVID-19. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membolehkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah mulai tahun ajaran baru pada Januari 2021. Namun keputusan pembukaan sekolah dikembalikan pada pemerintah daerah, sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa.

    Terkait itu, para orang tua dinilai perlu menyiapkan anak-anaknya sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka nanti. Psikolog Anak Gisella Tani Pratiwi mengatakan sebagai langkah awal, orang tua harus memastikan anak memahami situasi pandemi Covid-19.

    "Cara mengenalkannya bisa melalui cara cara yang ramah anak. Misal dengan buku cerita atau video anak yang bisa dicari di Internet," kata Gisella, Sabtu, 21 November 2020.

    Kedua, anak wajib terlatih mengikuti protokol kesehatan. Ketiga, orang tua harus memastikan sekolah menerapkan protokol kesehatan.

    Keempat, ajak anak mengamati dan memahami proses belajar mengajar, terutama bagi mereka yang baru masuk di kelas 1 SD. Hal ini bisa dilakukan melalui video, buku cerita atau bermain pura-pura sekolah.

    Tujuannya, kata Gisella, agar anak bisa paham aturan dalam kelas yang mungkin lebih tegas dan butuh sikap belajar yang lebih serius. "Misal tentang jenis tugas, cara berkomunikasi kepada guru, dan sistem pengajaran di sekolah yang dituju," ujarnya.

    Kelima, usahakan anak sudah terlatih memiliki sikap belajar yang memadai. Misalnya bagaimana memusatkan perhatian dalam jangka waktu tertentu, memahami instruksi dari guru dan menaati peraturan yang diberikan.

    Keenam, kenalkan jadwal yang baru ketika akan masuk sekolah dan ketujuh, persiapkan anak untuk beradaptasi pada kebiasaan belajar yang baru.

    Menurut Gisella, ada saatnya anak mandiri terutama ketika di kelas dengan guru dan siswa lain. Selain itu, ada saat dimana anak masih mendapat bimbingan dari orang tua misal selepas kegiatan di kelas. "Terakhir, ajak anak mengenali sisi menyenangkan dari sekolah. Bicarakan manfaat yang akan dia dapatkan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.