Banyak Anak Terpapar Covid-19 tanpa Gejala, Orang Tua Perlu Memahami

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Tim Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Yogi Prawira, menyatakan 11,3 persen pasien Covid-19 dari total pasien terpapar adalah anak-anak. Sebanyak 85 persen anak yang terinfeksi virus corona tidak menunjukkan gejala berat, bahkan bisa saja tanpa gejala, dan sembuh tanpa perlu dirawat.

    Namun, ada porsi 2 persen pasien anak yang sakit kritis. Sayangnya, ketersediaan ruang ICU anak justru kurang.

    “Ruang ICU anak sebelum pandemi sebenarnya sudah kurang, apalagi ditambah sekarang ICU khusus pasien Covid-19 yang bertekanan negatif dan terisolasi belum mencukupi,” paparnya.

    Sebagian anak-anak yang dirawat karena Covid-19 tertular oleh orang yang tinggal serumah. Yogi menegaskan selama masih ada anggota keluarga yang keluar untuk bekerja, maka protokol kesehatan harus dijalankan ketat, bukan untuk diri sendiri melainkan untuk orang lain. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak lalai menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada.

    “Contohnya kalau di tempat kerja, orang-orang di pantry dan tempat ibadah harus tetap menerapkan protokol kesehatan karena salah satu yang menjadi klaster adalah tempat-tempat yang turun level kewaspadaan. Yang bahaya justru orang tanpa gejala,” jelas Yogi.

    Seandainya anak terinfeksi dengan gejala ringan, biasanya dilihat dari contact tracing. Untuk itulah Yogi mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi, terutama antaranggota keluarga yang tinggal serumah.

    “Kalau positif terpapar, maka kewajiban kita adalah menginformasikan sehingga orang-orang yang pernah kontak dengan kita selama 14 minggu bisa langsung memeriksakan dirinya,” lanjut Yogi.

    Ia juga menambahkan orang tua harus belajar menjadi dokter, mengenali tanda-tanda gawat darurat awal. Kapan harus ke rumah sakit, tidak boleh ditunda-tunda karena ternyata banyak kejadian anak sakit karena keterlambatan.

    “Saat ini sakit bukan hanya Covid-19, tapi ada DBD, diare, dan sebagainya. Jangan gara-gara ketakutan, akhirnya terlambat mencari pertolongan,” tuturnya.

    *Ini adalah konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pam Swakarsa, dari Reformasi hingga Wacana Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, Listyo menyampaikan berbagai gagasan akan menghidupkan kembali pam swakarsa.