Jangan Mudah Percaya Hoaks soal COVID-19, Ingat Dampak Buruknya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jangan gampang percaya hoaks di masa pandemi COVID-19. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof. Dr. Widodo Muktiyo mengingatkan hoaks atau berita bohong di masa pandemi mengakibatkan banyak hal buruk di masyarakat, khususnya dalam penanganan wabah COVID-19.

    Widodo dalam keterangannya pada konferensi pers Satgas COVID-19, Rabu, 25 November 2020, mengatakan hoaks yang tersebar dan dipercayai oleh masyarakat dapat menyebabkan perilaku publik yang tidak menguntungkan. Kementerian Kominfo mencatat hoaks terkait virus corona banyak terjadi di awal-awal pandemi, yaitu pada Maret 2020, yang berakibat buruk pada perilaku masyarakat.

    "Bulan Maret paling banyak hoaks atau berita manipulasi bersebaran. Dampaknya ada panic buying, ada efek sosial yang menjadikan masyarakat tidak sekadar khawatir terhadap pandemi COVID-19 tapi perilaku yang tidak sejalan," jelas Widodo.

    Hal itu disebabkan oleh adanya hoaks yang berpengaruh pada perilaku negatif masyarakat atau yang disebut infodemik. Menurutnya, di era digital dan banyaknya informasi yang berseliweran di media sosial membuat masyarakat dengan mudah mengakses informasi.

    Informasi yang terus berjalan tersebut bisa menjadi "makanan" yang menyehatkan, namun juga bisa menjadi racun berdampak buruk pada psikologis maupun perilaku masyarakat. Berdasarkan hasil survei, secara kognitif masyarakat sudah memahami tentang pandemi COVID-19 dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularannya.

    Namun, kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di masyarakat terkait 3M belum dipatuhi secara benar. Hal itu dilihatnya dari imbauan pemerintah terkait larangan mudik Lebaran 2020 yang bisa berpotensi menularkan virus dari Ibu Kota ke berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya, masih banyak warga yang tetap mudik dan menyebabkan penyebaran kasus COVID-19 meluas di Tanah Air.

    *Ini adalah artikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pam Swakarsa, dari Reformasi hingga Wacana Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, Listyo menyampaikan berbagai gagasan akan menghidupkan kembali pam swakarsa.