Tips Orang Tua Motivasi Anak Agar Tetap Semangat Belajar Online

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online didampingi ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan metode daring dan bimbingan orang tua saat masa pandemi ini masih menjadi kendala.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online didampingi ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan metode daring dan bimbingan orang tua saat masa pandemi ini masih menjadi kendala. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada kalanya anak merasa jenuh setelah sembilan bulan belajar online. Anak yang terbiasa belajar bersama guru dan teman-teman di sekolah, kini harus menghadapi dan menyesuaikan diri dengan keadaan di masa pandemi Covid-19.

    Ketika semangat anak sedang menurun saat belajar online, orang tua dapat memberikan motivasi. Bukan hanya dengan nasihat, namun juga membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Cari tahu apa yang memicu anak jadi malas atau enggan belajar dari rumah.

    Orang tua mesti tahu kalau di dalam otak, motivasi berasal dari 'pusat penghargaan' yang melepaskan neurotransmitter dopamin. Ini adalah hormon pengendali emosi yang mampu meningkatkan suasana hati. Siapapun yang mendapatkan penghargaan atau respons positif, maka hormon dopamin otamatis meningkat.

    Lantas, bagaimana cara orang tua meningkatkan hormon dopamin supaya motivasi anak untuk belajar, bagaimana pun caranya, tetap terjaga. Berikut tips dari Parenting for Brain:

    1. Orang tua jangan stres
      Saat orang tua stres, anak akan menangkap tekanan yang dirasakan orang tuanya dan mencerminkannya pada aktivitas sehari-hari. Ketika stres dari orang tua sudah menular kepada anak, jangan berharap anak akan bersemangat untuk melakukan apapun.

    2. Jaga ucapan dan sikap
      Mungkin orang tua sering geregetan saat anak tak juga mengerti mata pelajaran tertentu. Jangan langsung mengomeli anak. Jika anak belum mengerti, mungkin cara menyampaikan materi pelajaran yang belum sesuai. Maklum, tidak semua orang tua tahu dan memahami cara mentransfer ilmu yang benar. Tak semua orang tua juga mengenyam pendidikan layaknya seorang guru.

      Apabila anak tak kunjung mengerti mata pelajaran tertentu, sebaiknya tinggal dulu. Orang tua dan anak jangan berjibaku dengan sesuatu yang membuat kedua belah pihak stres. Tenangkan diri sembari cari cara lain supaya anak bisa mengerti. Kalau tak juga menemukan solusinya, kontaklah guru dan minta supaya guru tersebut menjelaskan kepada anak lewat sambungan telepon atau video call.

    3. Cari tahu apa masalahnya
      Terkadang anak tak semangat belajar karena ada sesuatu yang dia inginkan. Orang tua perlu mengidentifikasi apa keinginan anak dan mencoba mengkompromikannya. Apabila anak ingin bermain game sebelum belajar, tentu ini bukan keinginan yang perlu segera dikabulkan. Sampaikan kepada anak apa itu hak dan kewajiban, serta apa saja konsekuensinya.

      Anak-anak akan belajar dengan cepat ketika mereka menghadapi konsekuensi alami yang nyata. Misalkan mereka berkukuh bermain game, baru belajar, maka energi sudah habis untuk bermain game dan tidak konsentrasi belajar. Akhirnya mereka tidak dapat mengerjakan tugas dengan maksimal.

    4. Ajarkan anak mengenali masalah dalam diri
      Saat anak terlihat lesu saat belajar online, tanyakan kepadanya apa yang terjadi. Apakah ada masalah dengan guru, teman, atau tidak mengerti dengan pelajaran tertentu namun enggan atau malu bertanya kepada guru. Ketika anak mampu mengenali apa masalah yang mereka hadapi, orang tua dapat membantu menemukan solusinya.

    5. Ciptakan suasana yang nyaman
      Orang tua dapat mendukung motivasi belajar anak dengan menciptakan suasana rumah atau ruang belajar yang nyaman. Misalkan masih ada bayi atau balita, jangan biarkan mereka menganggu kakaknya yang sedang belajar. Jika perlu, orang tua dapat menyediakan camilan sehat saat anak belajar. Perhatikan juga asupan nutrisi anak, dursi tidur anak yang cukup, serta kebersihan tubuhnya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.