Pentingnya Olahraga 30 Menit untuk Turunkan Risiko COVID-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi olahraga treadmill (pixabay.com)

    ilustrasi olahraga treadmill (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter jelaskan pentingnya olahraga di masa pandemi COVID-19. Spesialis Kedokteran Olahraga Semen Padang Hospital (SPH), dr. Putra Rizki Sp. KO., mengemukakan orang dapat terhindar dari COVID-19 jika rutin melakukan latihan fisik selama minimal 30 menit setiap hari.

    "Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh penting dilakukan agar tidak mudah tertular COVID-19. Salah satu caranya dengan latihan fisik minimal 30 menit per hari," katanya.

    Menurutnya, di masa pandemi ada imbauan untuk di rumah saja. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan latihan fisik di rumah, mulai dari sepeda statis, joging, kalistek, maupun bermacam gerakan fleksibilitas peregangan dan yang berhubungan dengan penambahan kekuatan.

    Namun, ia menekankan agar latihan fisik dilakukan dengan intensitas sedang karena dapat merangsang imun yang dapat menjadi benteng terhadap penyakit yang masuk. Ia tidak menyarankan latihan fisik dengan intensitas ringan atau berat karena intensitas ringan tidak menjamin terciptanya imun tubuh yang cukup untuk melawan virus sementara intensitas berat malah dapat menurunkan imun tubuh beberapa jam setelah latihan sehingga menjadi rentan membuat tubuh terkena penularan virus.

    Olahraga atau latihan fisik tersebut disarankan dilakukan secara rutin, minimal 3-5 kali seminggu dengan durasi 30-60 menit. Hal tersebut dapat dilakukan sesuai waktu yang tersedia, dapat dilakukan di pagi, siang, sore, atau malam hari. Namun untuk yang ingin meningkatkan imunitas tubuh serta vitamin D, maka disarankan untuk melakukan latihan fisik pada pukul 09.00-11.00.

    Sinar vitamin D dari matahari pagi didapatkan pada rentang waktu tersebut, tidak terlalu pagi dan belum tengah hari. Jadi latihan fisik dengan intensitas ringan yang dilakukan pada saat sinar vitamin D masih ada diyakini dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam menjaga kesehatan tubuh.

    Tapi, bukan berarti olahraga yang dilakukan saat siang atau malam hari salah namun pastikan tempat melakukannya aman. Olahraga pada siang hari terik tidak disarankan karena dapat memicu dehidrasi. Sedangkan olahraga saat malam hari juga tidak disarankan karena suasana yang gelap sehingga berisiko mengganggu kesehatan dan membuat tubuh cedera.

    "Intinya, waktu pelaksanaan olahraga tidak terbatas namun tempat dilakukan yang harus diperhatikan," ujarnya.

    Di sisi lain, ia menilai tidak masalah dengan #pakaimasker saat berolahraga namun wajib memperhatikan jenis olahraga, berada di tempat umum, dan ketiga selalu membawa masker cadangan. Penggunaan masker saat melakukan latihan fisik dengan intensitas sedang dapat mengurangi risiko tubuh terlalu letih dan tidak merasa terlalu berat saat berolahraga karena harus menggunakan masker.

    Selanjutnya, penggunaan masker saat di sekitar rumah atau di tempat umum dilakukan guna menghindari masuknya polusi atau virus ke dalam tubuh. Sementara itu, membawa masker cadangan saat berolahraga untuk menjaga sterilisasi dari masker yang digunakan karena saat berolahraga pastinya tubuh mengeluarkan keringat, mengenai masker, dan membuatnya menjadi lembab sehingga sudah tidak bagus lagi digunakan.

    Selain itu, Rizky juga menjelaskan tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kelayakan latihan untuk berolahraga pada dokter spesialis olahraga karena olahraga atau latihan fisik yang dilakukan secara berlebihan dan tidak sesuai dengan kemampuan fisik dapat menimbulkan risiko pada tubuh, bahkan kematian.

    Ia memaparkan setiap orang tidak bisa diberikan latihan fisik yang sama karena ada beberapa hal yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam melakukan latihan fisik, seperti bentuk tubuh, kadar fungsi organ dalam tubuh, dan pengenalan tubuh terhadap olahraga yang sedang dilakukan.

    "Jadi, orang yang tampak sehat belum tentu memiliki fisik yang sehat, karena itu penting untuk melakukan konsultasi ke dokter spesialis olahraga untuk mengetahui kelayakan latihan untuk setiap orang," jelasnya.

    *Ini adalah konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.