Agar Pelajaran Matematika Anak Jadi Lebih Menyenangkan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi guru. shutterstock.com

    Ilustrasi guru. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Edukator dan Fisikawan Yohanes Surya mengatakan salah satu kunci agar anak menyukai dunia hitung menghitung adalah dengan membuat pembelajaran matematika yang menyenangkan. "Caranya bisa dengan memuji atau menghargai semua jawaban anak. Ini berlaku tidak hanya untuk anak Indonesia Timur saja, tapi semua anak," kata Yohanes dalam konferensi virtual bertema 'Hari Guru Nasional 2020, BCA melalui Bakti BCA' pada Jumat 27 November 2020.

    Model belajar itu sudah Yohanes terapkan selama melatih anak-anak Papua belasan tahun silam. Yohanes adalah fisikawan Indonesia yang melatih dan mendidik anak-anak terpilih Papua. Ia mematahkan asumsi orang bahwa anak Papua itu tertinggal dan bodoh. Menurut Yohanes, anak Papua adalah anak cerdas dan memiliki logika berpikir yang bagus. Dengan latihan selama tahunan, ia berhasil membuat anak-anak didik dari Papua untuk bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional.

    Yohanes mencontohkan. Ia suka bermain angka dengan anak-anak. Misalnya ia menyebutkan bahwa angka dua itu terdiri dari dua jari telunjuk disatukan, atau dua jempol. Contoh permainannya bisa dilakukan dengan menyebut angka 3. Guru hanya mengeluarkan satu jari. Lalu anak diminta melengkapi, berapa jari yang harus dikeluarkan agar jumlahnya menjadi 3? "Permainan sederhana itu sudah bisa membuat anak tertawa. Mereka selain bermain juga jadi belajar penjumlahan," kata Yohanes.

    Konferensi Pers virtual bertema Hari Guru Nasional 2020, dengan BCA pada 27 November 2020

    ADVERTISEMENT

    Secara perlahan, kata Yohanes, guru bisa meningkatkan angka dan berbagai model hitung-hitungannya. "Anak jadi tidak tertekan. Bila anak pandai berhitung, biasanya ilmu lain akan mengikuti," katanya.

    Dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional 2020, Bakti BCA akan melakukan webinar edukatif pada 3 Desember 2020 dengan tema 'Majulah Tenaga Pendidik Indonesia Timur'. Kegiatan ini targetnya akan diikuti oleh 500 sekolah, 10 ribu guru, serta kepala sekolah dari Kawasan Indonesia Timur. Yohanes Surya akan membawakan tema 'Transformasi Pendidikan Indonesia Timur'. Narasumber lain, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Bahasa Unika Atmajaya Luciana akan menjelaskan soal 'Menciptakan Pembelajaran Adaptif dan Berdampak'.

    Selain webinar, Bakti BCA juga akan mengadakan lomba menulis dengan tema 'Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi'. Kemudian, sebagai puncak apresiasi Hari Guru Nasional, akan dilaksanakan webinar dengan tajuk 'Guru Inspiratif, Wujudkan Merdeka Belajar' di bulan Februari 2021. Kegiatan itu pun akan dibarengi dengan pelatihan guru di Kupang dan Mataram.

    Luciana menambahkan bahwa salah satu cara agar anak mau belajar adalah dengan mengutamakan tujuan belajar. Ia mau agar anak belajar berbagai ilmu dari sudut pandang anak. "Selama ini banyak guru yang merasa paling benar sehingga cekokin anak dari sudut pandang guru," katanya.

    Luciana berharap, anak-anak nantinya bisa paham apa tujuan mereka belajar. "Jadi saat anak mencerna apa yang diberikan itu, karena mereka butuh ilmu itu. Bukan belajar karena ingin mendapat nilai atau harus mengikuti segala cara guru," kata Luciana.

    Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati mengatakan BCA percaya bahwa pendidikan sebagai ujung tombak kemajuan bangsa menjadi faktor utama dalam pembangunan masyarakat yang bermartabat. Tidak hanya para siswa, para guru pun harus beradaptasi dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). "Belajar mengajar yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka, harus berubah menjadi menatap layar komputer atau telepon seluler. Menumbuhkan semangat siswa belajar jarak jauh pun butuh kiat tersendiri,” kata Inge.

    Tak dapat dipungkiri, hadirnya pandemi COVID-19 turut membawa tantangan dalam proses belajar dan mengajar. Hal ini mendorong tenaga pendidik untuk terus membangun pikiran positif dan kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran yang mudah dipahami siswa. “Kehadiran kegiatan webinar yang dilakukan Bakti BCA diharapkan dapat membantu tenaga pendidik beradaptasi serta tetap semangat dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan,” kata Inge.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.