Sekolah Siap Dibuka Lagi di Masa Pandemi Covid-19, Ini Pesan Epidemiolog

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/Fauzan

    Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdebatan mengenai pembukaan kembali sekolah di masa pandemi COVID-19 masih berlanjut. Epidemiolog lapangan dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo mengatakan wacana pembukaan sekolah harus berdasarkan parameter kesehatan yang ada pada suatu daerah.

    "Wacana pembukaan sekolah lebih baik tetap melihat parameter kesehatan dalam pengendalian COVID-19 di setiap daerah," katanya.

    Dia mencontohkan pada daerah yang masuk zona oranye maka pembelajaran tatap muka perlu dikaji dan disesuaikan dengan proses pengendalian pandemi. Namun demikian, proses persiapan menuju pembelajaran tatap muka harus tetap dilanjutkan dan juga dipersiapkan.

    "Karena menurut saya penutupan sekolah yang terlalu lama juga dikhawatirkan punya efek luar biasa bagi perkembangan psikomotor anak didik," katanya.

    Karena itu, upaya simulasi bisa menjadi salah satu mitigasi untuk mengukur kesiapan dan risiko.

    "Sebaiknya satuan pendidikan benar-benar siapkan diri agar patuh protokol kesehatan. Jika ada kasus positif, maka dilakukan penelusuran kontak erat, segera diliburkan minimal tiga hari untuk disinfektasi ruangan dan lain sebagainya," jelasnya.

    Dia juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19.

    "Langkah ini baik karena, seperti saya katakan, penutupan sekolah yang terlalu lama juga punya efek luar biasa bagi perkembangan psikomotor anak didik," ujarnya.

    Karena itu, semuanya perlu dipersiapkan dengan baik berdasarkan parameter kesehatan yang ada dan sekaligus juga memastikan kesiapan protokol kesehatan.

    "Karena pembelajaran tatap muka harus diikuti dengan disiplin protokol kesehatan yang ketat dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19," tuturnya.

    *Konten ini adalah kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mencermati Rekam Jejak, Karier, dan Harta Komjen Listyo Sigit Prabowo

    Komjen Listyo Sigit Prabowo, calon tunggal Kapolri pilihan Jokowi, menjalani fit and proper test pada 19 Januari 2021. Ini catatan perihal Listyo.