Ciptakan Lingkungan Kerja Aman, Intip Protokol Kesehatan PT Pos Indonesia

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mempersiapkan barang yang akan dikirim melalui PT Pos Indonesia di Kantor Pos Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2020. Petugas menyatakan pengiriman paket melalui PT Pos Indonesia (Persero) pada H-5 Idul Fitri 1441 Hijriah, mengalami peningkatan sekitar 20 persen yang mencapai 1,8 juta barang dibandingkan periode yang sama Ramadhan tahun lalu yang hanya sekitar 1,45 juta barang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas mempersiapkan barang yang akan dikirim melalui PT Pos Indonesia di Kantor Pos Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2020. Petugas menyatakan pengiriman paket melalui PT Pos Indonesia (Persero) pada H-5 Idul Fitri 1441 Hijriah, mengalami peningkatan sekitar 20 persen yang mencapai 1,8 juta barang dibandingkan periode yang sama Ramadhan tahun lalu yang hanya sekitar 1,45 juta barang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh kantor pos dan kantor regional menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan melindungi karyawan dari penyebaran virus corona di lingkungan PT Pos Indonesia (Persero).

    “Kami memberlakukan tiga tahap masa transisi dengan memberlakukan work from home (WFH) dan WFO flexibility, yang tujuannya meminimalisir kontak fisik dan interaksi di lokasi kerja. Hal ini dilakukan demi menjaga agar tidak terjadi penyebaran klaster baru di lingkungan kerja,” ujar Direktur Sumber Daya Manusia PT Pos Indonesia (Persero), Barkah Hadimoeljono.

    Barkah mengatakan, selain mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, seluruh karyawan yang berpotensi telah melakukan komunikasi dengan pasien positif atau ODP akan difasilitasi untuk melakukan tes cepat dan usap.

    “Sebelum memasuki lingkungan kantor, dilakukan deteksi dini, yaitu seluruh karyawan, tamu, maupun pelanggan akan dicek suhu badan dan diwajibkan mengenakan masker. Lokasi kerja juga dibersihkan menggunakan disinfektan secara berkala,” jelasnya.

    Tidak hanya di lingkungan Pos Indonesia, sebagai langkah dalam menjalani kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) serta memutus rantai COVID-19, Pos Indonesia mengoptimalkan jasa kurir dan logistik dengan memanfaatkan layanan antar-jemput melalui aplikasi QPosinAja, yang dapat diunduh oleh pelanggan.

    QPosinAja merupakan bentuk kepedulian dari Pos Indonesia terhadap masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan berkirim barang, terutama saat COVID-19. QPosinAja menawarkan kemudahan bagi pelanggan dengan melakukan input data pengiriman secara mandiri serta melakukan permintaan penjemputan barang ke lokasi pengiriman.

    Selain itu, pelanggan juga dapat melakukan penelusuran dan cek tarif di aplikasi ini. Pengguna juga dimanjakan dengan adanya fitur pembayaran secara COD (Cash On Delivery). Pelanggan dapat membayar secara tunai ketika barang sampai di tangan mereka. Melalui kemudahan aplikasi ini, pelanggan dapat melakukan pengiriman barang tanpa harus keluar rumah.

    *Ini adalah atikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.