Jangan Takut Efek Samping Vaksin Covid-19, Ini Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah saat ini tengah mengembangkan vaksin Merah Putih dan menjajaki kerjasama dengan produsen negara lain untuk pengembangan vaksin guna penanganan pandemi COVID19. Vaksinolog dan dokter spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe mengatakan manfaat vaksinasi lebih banyak dibandingkan efek sampingnya.

    "Namanya produk medis pasti punya efek samping. Tapi perlu diketahui manfaatnya jauh lebih besar dari pada efek sampingnya," kata Dirga pada dialog produktif tentang vaksin, Senin, 29 November 2020.

    Dirga mengatakan semua ada efek samping, baik obat maupun vaksin. Bahkan, jika terlalu banyak mengonsumsi air putih pun dapat berefek samping pada ginjal dan jantung.

    Dia juga menjelaskan efek samping dari vaksin mayoritas bersifat ringan, yaitu hanya lokal kemerahan atau bengkak di bekas suntikan. Namun ia tidak memungkiri bahwa vaksinasi juga berefek demam. Tapi deman tersebut merupakan tanda vaksin itu bekerja sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

    Vaksin bertahan di dalam tubuh tergantung dari jenis vaksin dan jenis penyakit. Hal itu diketahui dari penelitian yang ada. Ada vaksin yang memberi perlindungan seumur hidup atau yang beberapa tahun. Tapi kekebalan biasanya baru muncul dua minggu setelah vaksinasi.

    "Vaksin melatih sistem imunitas sehingga terbentuk antibodi. Tidak ada gejala tertentu, tapi sebagian bisa mengalami demam, kemerahan di bekas suntikan, dan itu semua sifatnya ringan, wajar, dan akan hilang dengan sendirinya," tambahnya.

    Bagi yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, perlu dilihat jenis vaksinnya. Misalnya, vaksin influenza. Pada orang-orang yang memiliki penyakit komorbid, seperti jantung, ginjal, diabetes, menurut Dirga justru dianjurkan untuk divaksin.

    Tapi, ada juga jenis-jenis vaksin lain yang tidak boleh diberikan pada kondisi tertentu. Karena itu, perlu diketahui dari hasil penelitian dan jenis vaksin masing-masing. Sebelum divaksin perlu dipastikan tubuh dalam kondisi sehat secara umum. Namun, tidak ada syarat spesifik bagi orang yang akan divaksinasi.

    Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak perlu ragu menjalani vaksinasi jika nanti vaksin COVID-19 telah beredar karena sudah mendapat izin edar dari BPOM yang sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya.

    *Ini adalah konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pam Swakarsa, dari Reformasi hingga Wacana Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, Listyo menyampaikan berbagai gagasan akan menghidupkan kembali pam swakarsa.