Apa Saja Penyebab Radang Sendi dan 3 Kelompok yang Mutlak Merasakan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi radang sendi. Shutterstock

    Ilustrasi radang sendi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Radang sendi merupakan sebuat kondisi yang mengakibatkan rasa nyeri pada area pertemuan dua tulang. Jika sudah berkepanjangan, maka persendian akan terasa kaku bahkan sampai sulit digerakkan.

    Di dunia medis, radang sendi disebut juga arthritis. Jenis radang sendi yang kerap terjadi antara lain osteoarthritis, rheumatoid arthrtitis, dan gout. Penyebab radang sendi bisa bermacam-macam. Mulai dari gangguan sistem imunitas tubuh hingga sendi yang mengalami gangguan karena salah posisi.

    Mengutip laman Sehatq, belum ada pemicu tunggal arthritis atau artritis. Setiap tipe memiliki penyebab radang sendi yang bervariasi. Berikut rinciannya:

    • Trauma yang berakibat osteoarthritis atau artritis degeneratif
    • Gangguan metabolisme yang mengakibatkan gout atau asam urat
    • Faktor genetik seperti pada osteoarthritis
    • Infeksi seperti pada artritis karena penyakit lyme
    • Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus

    Penyebab radang sendi yang dipicu penyakit autoimun terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melindungi sel dan jaringan justru berbalik menyerang sel sehat. Akibatnya, terjadi kerusakan tulang yang berujung pada radang sendi.

    Radang yang menyebabkan sakit sendi.

    Hampir seluruh tipe radang sendi terjadi karena kombinasi dari beberapa faktor. Ada pula beberapa tipe artritis yang belum diketahui apa penyebabnya. Radang sendi yang disebabkan faktor genetik akan lebih parah jika disertai trauma, terjadi infeksi, dan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok.

    Dokter Spesialis Orthopedi dari Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya, Jawa Timur, Komang Agung Irianto Suryaningrat mengatakan ada tiga kelompok yang mutlak merasakan radang sendi. Dokter Komang merangkumnya menjadi 3F, yakni:

    1. Forty alias usia di atas 40 tahun
    2. Fatty atau berat badan berlebih yang bisa meningkatkan risiko osteoporosis dan osteoarthritis
    3. Female, karena gangguan ini lebih sering dialami wanita

    Dokter Komang mengatakan proses penuaan tak bisa dihindari dan tulang turut menua. Jika tulang menua, maka akibatnya disebut osteoporosis. Apabila penuaan terjadi pada persendian disebut radang sendi.

    Osteoporosis dan ostearthritis menyerang titik yang berbeda. Osteoporosis menyerang punggung, pergelangan, dan panggul. Sementara osteoarthritis atau radang sendi lebih sering dijumpai pada persendian penyangga tubuh, seperti tulang belakang, panggul, dan lutut.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.