Pandemi Covid-19, Kenali Gejala Long Covid Termasuk Kelelahan Kronik

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

    Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Long COVID banyak diartikan suatu kondisi atau gejala yang muncul pada pasien yang sembuh dari COVID-19 berdasarkan hasil tes usap yang negatif dan bisa terjadi berminggu-minggu, bahkan mencapai bulanan. Gejala itu, mulai dari kelelahan, sesak nafas, jantung berdebar, nyeri sendi, nyeri otot, bahkan depresi.

    Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto mengatakan kelelahan kronik menjadi salah satu gejala yang dialami penyintas COVID-19 yang terkena fenomena Long COVID.

    "Hasil publikasi di Inggris, Amerika Serikat, dan Cina, sebagian besar merasakan kelelahan kronik, lemah, letih. Di Inggris, 60 persen mengalami itu," kata Agus dalam dialog "Mewaspadai Efek Jangka Panjang COVID-19", di Media Center Gedung BPNB yang diakses di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020.

    Selain itu, ia mengatakan ada juga yang mengalami sesak napas atau napas berat. Setidaknya, 42 persen pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 dan mengalami Long COVID merasakan hal itu. Menurutnya, ada pula yang merasakan nyeri sendi, nyeri otot, bahkan gejala depresi, gejala sakit pada perut, gangguan perasa dan pembau.

    Istilah Long COVID menurutnya cukup marak akhir-akhir ini dibahas praktisi kesehatan yang sebelumnya sempat pula ramai membahas soal sindrom pascacovid. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Isman Firdaus, mengatakan pasien yang sembuh dari COVID-19 memang perlu dikawal kesehatannya. Kalau masih merasakan capek, maka perlu dipantau apakah fungsi jantungnya masih bagus.

    "Di rumah bisa mulai olahraga lagi, jalan kaki, bersepeda ringan, sehingga otot jantung lebih nyaman dalam kondisi olahraga dan otot dilatih. Tentu jika stres tinggi, adrenalin tinggi, maka beban jantung berat," ujarnya.

    Ia menyarakan penyintas COVID-19 untuk melakukan pengecekan ke dokter jika memang dalam satu bulan masih merasakan lelah atau capek. "Tapi kalau seminggu atau dua minggu sudah baik kondisinya, olahraga bisa ditingkatkan," jelasnya.

    Sementara dari sisi konsumsi makanan tentu harus yang empat sehat lima sempurna. Porsi sayur dan buah harus lebih banyak, ditambah protein dan lain-lain.

    "Sebisa mungkin setop merokok karena berbahaya bisa re-COVID," ujarnya.

    *Artikel ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mencermati Rekam Jejak, Karier, dan Harta Komjen Listyo Sigit Prabowo

    Komjen Listyo Sigit Prabowo, calon tunggal Kapolri pilihan Jokowi, menjalani fit and proper test pada 19 Januari 2021. Ini catatan perihal Listyo.