Rangkaian Pilkada Belum Usai, Simak Pesan Satgas Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bangka Belitung, erzaldi rosman, saat kunjungan pilkada di berbagai tempat, salah satunya di Koba, Desa Arung Dalam, dan Desa Air Bara.

    Gubernur Bangka Belitung, erzaldi rosman, saat kunjungan pilkada di berbagai tempat, salah satunya di Koba, Desa Arung Dalam, dan Desa Air Bara.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pilkada serentak digelar 9 Desember 2020 di sembilan provinsi dan 270 kabupaten/kota. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan rangkaian penyelenggaraan Pilkada serentak masih berlangsung hingga pengumuman resmi oleh KPU dan pelantikan kepala daerah terpilih oleh pemerintah.

    Dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020, dia meminta semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan berkaitan dengan kegiatan Pilkada.

    "Rangkaian pilkada masih berlangsung sampai pengumuman oleh KPU terkait hasil pemilihan. Oleh karena itu, saya meminta Satgas di daerah terus melakukan penegakan disiplin yang konsisten dan tanpa pandang bulu terhadap masyarakat yang tidak patuh," ujarnya.

    Ia mengatakan pada saat Pilkada 2020, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, datang ke Satgas Penanganan Covid-19 pusat untuk memantau secara virtual pelaksanaan Pilkada. Selain memantau data realtime, pada saat itu Satgas Covid-19 juga menerima laporan langsung dari perwakilan sejumlah daerah terkait penyelenggaraan Pilkada.

    "Pantauan menunjukkan pilkada relatif terkendali, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun protokol kesehatan," kata Wiku.

    Ia menyampaikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam tahapan pemungutan suara di Pilkada sudah berjalan cukup baik, di mana mayoritas masyarakat yang berpartisipasi dalam pilkada berhasil menerapkan 3M. Rata-rata kepatuhan individu #pakaimasker di area TPS sebesar 95,96 persen. Sementara kepatuhan #jagajarak dan menghindari kerumunan 90,71 persen.

    Namun, pada sisi lain Satgas Covid-19 sangat menyayangkan kesediaan fasilitas penunjang, di antaranya tempat #cucitangan, ketersediaan disinfektan, dan petugas pengawas protokol kesehatan masih rendah, yaitu di bawah 50 persen. Ia mengingatkan masih ada tahapan lain pascapemungutan suara, seperti rekapitulasi hasil pilkada, penetapan pemenang, dan pelantikan.

    Ia meminta masyarakat, penyelenggara, dan pimpinan daerah untuk terus menjaga situasi kondusif Pilkada yang sudah berjalan baik sampai seluruh rangkaian tuntas. Wiku juga mengingatkan masyarakat dan pasangan calon dilarang mengerahkan massa atau merayakan kemenangan setelah hasil hitung cepat keluar.

    "Saya minta kedewasaan dan kebijaksanaan semua pihak," jelasnya.

    *Artikel ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.