Kesalahan Pakai Hand Sanitizer Ini Bikin Tak Ampuh Musnahkan Virus Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hand sanitizer. Pixabay

    Ilustrasi hand sanitizer. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Tangan bisa jadi sumber penularan virus corona. Menjaga tangan tetap bersih bisa membantu mencegah penyebaran infeksi COVID-19, termasuk melalui penggunaan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan secara benar.

    Berikut sejumlah kesalahan saat menggunakan hand sanitizer sehingga membuatnya tak efektif mencegah virus, termasuk virus corona, seperti dilansir dari Livestrong.

    Terlalu sedikit
    Kepala perawatan kesehatan di Stride Community Health Center, Denver, Colorado, Savita Ginde, merekomendasikan orang dewasa menggunakan hand sanitizer menyesuaikan dengan ukuran tangan.

    Tidak mencakup seluruh tangan
    Mencuci tangan dengan sabun dan air harus mencakup jari-jari serta telapak dan punggung tangan. Hal sama juga perlu diterapkan saat menggunakan pembersih tangan.

    "Gunakan secukupnya untuk bagian depan dan belakang tangan serta jari-jari dan area di antara jari-jari. Jika hanya menggosok kedua telapak tangan, Anda tidak menyelesaikan tugas," kata Ginde.

    Terlalu cepat
    Jika menganggap penggunaan pembersih tangan sebagai pilihan yang lebih cepat daripada #cucitanganpakaisabun dan air, maka Anda salah. Mayo Clinic merekomendasikan Anda perlu mengoleskan pembersih tangan selama sekitar 20 detik, yakni jumlah waktu yang sama saat mencuci tangan dengan sabun dan air.

    Mengelap kelebihan cairan ke celana
    Kelebihan memakai hand sanitizer memang tidak nyaman sehingga Anda tergoda mengeringkan tangan ke celana. Menurut Ginde, cara ini bisa mengurangi efektivitas pembersih tangan. Selain itu, jika ada kuman di celana, Anda baru saja mencemari tangan.

    "Dalam skenario yang ideal, keringkan saja tangan secara alami alih-alih menyekanya," ujar pakar epidemiologi di Dartmouth-Hitchcock Medical Center, Lebanon, Jose Raymond M. Mercado.

    Disimpan pada suhu terlalu dingin atau panas
    Pembersih tangan idealnya disimpan antara suhu 15-30 derajat Celcius. Jadi, jika suhu di mobil melebihi atau kurang dari itu, lebih baik bawa hand sanitizer keluar mobil.

    Digunakan pada tangan kotor
    Pembersih tangan tak bisa bermanfaat pada tangan yang kotor. Mecardo menyarankan cuci tangan dengan sabun dan air setiap kali tangan sangat kotor atau berminyak.

    "Jika sabun dan air tidak segera tersedia, gunakan pembersih tangan dan buat catatan tangan masih belum bersih sehingga pastikan tidak menyentuh wajah, mata, hidung, mulut," kata Ginde.

    Tidak digunakan di saat yang tepat
    Anda perlu menggunakan pembersih tangan pada saat-saat penting untuk memastikan kebersihan tangan yang benar, antara lain sebelum membuat atau menyantap makanan, setelah menggunakan kamar kecil, setelah menyentuh atau melepas masker (Anda hanya boleh menyentuh wajah dengan tangan bersih). Kemudian, sebelum menyentuh hidung atau menutupi mulut saat bersin atau batuk, setelah berada di tempat umum, seperti toko bahan makanan, dan setelah berkontak dengan hewan peliharaan.

    "Betapa pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air atau setidaknya menggunakan pembersih tangan berulang kali sepanjang hari untuk melindungi diri dari kuman dan virus," kata Ginde.

    *Ini merupakan artikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.