Jangan Takut Vaksinasi Covid-19, Ini Imbauan Cak Lontong

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ilustrasi vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Komedian Lies Hartono atau akrab disapa Cak Lontong mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dan tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti #pakaimasker, #cucitangan, dan #jagajarak.

    Dalam akun instagram lawancovid19_id, Cak Lontong menjelaskan vaksinasi melatih tubuh untuk kenal, melawan, dan kebal dari penyebab penyakit seperti virus atau bakteri. Sebelum digunakan, vaksin Covid-19 diuji klinik dan dipastikan keamanan, khasiat, dan mutunya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta para ahli kesehatan.

    "Vaksinasi melatih tubuh kita agar mampu mengenali dan melawan penyebab penyakit, termasuk vaksin Covid-19," paparnya.

    Dia pun menganalogikan vaksin bertugas seperti satpam yang dapat mencegah suatu penyakit atau virus masuk ke dalam tubuh. Dengan demikian, virus atau penyakit tidak akan menjangkiti orang yang telah memiliki satpam vaksin.

    Di sisi lain, pria bergelar insinyur itu juga mengajak masyarakat melakukan 3M meskipun sudah divaksin. Hal itu bertujuan mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut.

    Hal serupa juga disampaikan ahli kesehatan bahwa setelah nantinya pelaksanaan vaksinasi berjalan, masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M. Ede Surya Darmawan, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, mengatakan vaksin itu adalah upaya protektif terhadap penyakit spesifik. Beberapa virus dan bakteri di Indonesia memang sudah lama dilawan dengan imunisasi sehingga kita mengenal program imunisasi.

    "Kemudian beberapa penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi bisa tereleminasi. Vaksin Covid-19 ini juga diharapkan memiliki peran seperti itu nantinya," ujarnya.

    Lebih lanut, Ede menjelaskan perhitungan untung rugi dari program vaksinasi kelak. Vaksin itu untungnya lebih banyak daripada ketika orang harus terjangkit Covid-19. Bukan hanya menelan biaya rata-rata Rp 184 juta per orang, tapi juga rugi karena tidak bisa produktif bekerja.

    Sejauh ini, vaksin sebagai intervensi kesehatan masyarakat dalam pencegahan penyakit menular sudah terbukti efektif. Terkait efek setelah divaksinasi, menurut Ede hal tersebut hanya sekadar ketidaknyamanan yang bersifat sementara.

    “Sakitnya hanya karena ditusuk jarum suntik, kemudian ada bengkak, badan panas. Tapi itu tidak akan berlangsung lama. Kalau vaksinnya efektif maka akan segera terbentuk antibodi sehingga kita akan kebal terhadap suatu penyakit yang spesifik,” ungkapnya.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan meskipun telah memastikan ketersediaan vaksin, pemerintah akan tetap mengkampanyekan budaya 3M sebagai prioritas. Nadia berkata vaksin hanyalah upaya pencegahan sekunder. Setelah mendapat vaksin, masyarakat tetap diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

    "Jadi, vaksin ini memang merupakan bentuk pencegahan tapi kami sebutnya upaya pencegahan sekunder. Sedangkan upaya pencegahan primer tetap perlu 3M, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Jadi, nanti walaupun kita sudah disuntik vaksin, 3M ini harus tetap kita terapkan," tuturnya.

    *Konten ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.