Mengenal Karakter Anak Sulung, Anak Tengah, Anak Bungsu, dan Anak Tunggal

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak-anak/kakak-adik. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak-anak/kakak-adik. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perbedaan karakter pada setiap anak bisa dipengaruhi dari urutan kelahiran. Anak yang lahir lebih dulu atau anak sulung memiliki sifat yang berbeda dengan adik-adiknya. Begitu pula dengan anak tengah yang memiliki kakak dan adik, serta anak tunggal yang menjadi kakak sekaligus adik untuk dirinya sendiri.

    Psikolog Linda Blair yang tergabung dalam British Psychological Society, mengatakan pengalaman masa kecil membentuk fondasi karakter seseorang. Dan pengalaman masa kecil anak sulung, anak tengah, anak bungsu, dan anak semata wayang tentu berbeda.

    Berikut karakter umum anak sulung, anak tengah, anak bungsu, dan anak tunggal yang disampaikan oleh Linda Blair seperti dikutip dari Huffington Post.

    • Anak Sulung
      Anak sulung umumnya memiliki sikap bertanggung jawab. Musababnya, orang tua biasanya sudah mengenalkan apa itu tanggung jawab sejak adiknya lahir. Anak sulung cenderung terencana dan peduli kepada orang lain.

      Imbas dari rasa tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi tadi membuat anak sulung menjadi orang yang suka mengatur. "Mereka perfeksionis dan berharap semua orang, terutama adik-adiknya menuruti keinginannya," kta Blair.

    • Anak Tengah
      Anak tengah berada di antara anak yang tua dan anak yang lebih muda. Secara alami, mereka lebih suka kehidupan yang damai. Namun kerap kali kakak dan adik berselisih paham, sehingga anak tengah menjadi juru damainya. Dan di sinilah keunggulan si anak tengah, pandai berkompromi.

      Ilustrasi anak bermain/ adik-kakak. TEMPO/Aditia Noviansyah

      "Anak tengah mampu beradaptasi dengan segala perbedaan yang terjadi dalam keluarga," kata Blair. "Mereka juga piawai bernegosiasi sebab keadilan sangat penting baginya."

    • Anak Bungsu
      Anak bungsu umumnya suka mencari perhatian, berani mengambil risiko, dan penuh karisma. Sejak kecil, si bungsu belajar membaca karakter orang lain dan berinteraksi dengan orang yang lebih tua. Itu sebabnya mereka lebih luwes dalam bergaul.

    • Anak Tunggal
      Anak tunggal terbiasa menguasai semuanya. Mereka tak perlu berkompetisi dengan siapapun untuk mendapatkan perhatian orang tua. Namun pada satu sisi, mereka juga menjadi amat kesepian. Anak tunggal selalu membutuhkan curahan cinta, sehingga tak jarang mereka memilih menjadi pusat perhatian.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.