Ingin Libur Natal Bersama Keluarga saat Pandemi, Hindari Lokasi dan Kegiatan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi liburan (freepik.com)

    Ilustrasi liburan (freepik.com)

    TEMPO.CO, JakartaLibur Natal dan tahun baru 2021 dapat memicu kenaikan jumlah pasien Covid-19, mengingat liburan panjang selalu berkaitan dengan kumpulan massa yang besar. Maka dari itu, penting bagi setiap masyarakat untuk memastikan apakah rencana berlibur dapat ditunda hingga situasi pandemi Covid-19 mereda. “Sebenarnya yang paling ideal adalah liburan di rumah,” ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital Nugraheni Irda dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 26 Desember 2020.

    Namun, jika Anda memang harus berpergian atau sudah terlanjur merencanakan liburan, maka Anda harus memahami tips-tips menjaga kesehatan selama berlibur. Nugraheni mengatakan bahwa jumlah angka positif COVID-19 dan angka kematian akibat virus itu semakin meningkat di 8 provinsi setelah sebelumnya mengalami penurunan tren. Kedelapan provinsi itu diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selataxn, Sumatera Utara, Bali, dan Kalimantan Selatan. “Maka dari itu, hindari wilayah-wilayah tersebut untuk berlibur karena wilayah tersebut memiliki banyak destinasi wisata yang menarik sehingga banyak wisatawan yang datang berkunjung,” kata Nugraheni.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara Mohammad Irfan menambahkan bahwa sebelum berpergian, cobalah mengecek status zona pada tempat yang akan dikunjungi. Sebisa mungkin menghindari daerah red zone sehingga keterpaparan terhadap covid semakin berkurang. “Kuncinya adalah kedisiplinan menjaga 3M memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujar Mohammad Irfan.

    Mohammad Irfan menyarankan agar masyarakat memilih tempat rekreasi dengan ruangan terbuka seperti pegunungan, situs budaya seperti candi, pantai, taman kota, kebun, berkemah di kaki gunung, dan lain sebagainya. Sangat penting untuk selalu menghindari tempat keramaian dan cari tempat wisata yang selalu menjaga protokol kesehatan dengan ketat. “Tentunya tempat yang terbuka lebih baik dibandingkan ruang tertutup dari segi penularan Covid-19. Di ruangan terbuka, udara segar terus bergerak dan berganti membantu menyebarkan cairan atau mikro partikel sehingga kepadatan virus berkurang. Sedangkan, saat berada di dalam ruangan, terdapat penyebaran virus melalui cairan (mikro partikel) yang dilepaskan ke udara saat berbicara, batuk, atau bersin,” ujar Nugraheni Irda.

    Menurut Mohammad Irfan pada dasarnya, aktivitas-aktivitas yang dapat berpotensi menularkan Covid-19 selama berlibur adalah aktivitas berkumpul, tidak menjaga jarak, kontak dengan banyak orang terlalu lama, menggunakan fasilitas publik bersamaan seperti tempat permainan anak, nonton bioskop, dan berbagai aktivitas berkumpul lainnya.

    Kemudian, bagaimana potensi penularan Covid-19 bagi orang yang sedang berenang, baik di pantai atau di kolam renang? “Sebenarnya hal yang paling baik adalah menghindari tempat seperti ini. Bila harus menggunakan fasilitas publik seperti ini, hal terpenting adalah selalu menjaga jarak, minimal 1,5 meter dari pengunjung lainnya, karena tidak memungkinkan untuk memakai masker ketika berada di air. Sebisa mungkin tidak tertelan dan masuk air ke hidung. Segera mandi bersih dengan sabun, shampoo, dan menyikat gigi setelah melakukan aktivitas di dalam air,” ujar Mohammad Irfan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.