Cokelat Cantik Jadi Penghantar Manis Wakili Silaturahmi

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue cokelat yang didekorasi seperti action figure. Foto: Istiqomatul Hayati.

    Kue cokelat yang didekorasi seperti action figure. Foto: Istiqomatul Hayati.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kue-kue berbahan cokelat di laboratorium itu bersalin rupa jadi bentuk action figure Hulk yang gahar. Ada kue berbentuk tanaman mawar yang cantik, hinggga Garuda Wisnu Kencana yang kokoh. Semua dibuat dengan bentuk versi mini aslinya atau yang seukuran seperti tanaman bunga mawar dan janda bolong.

    Lima orang berpelindung masker, apron dan sarung tangan mendekorasi kue-kue tiga dimensi itu membentuk action figure. “Dekorasi kue itu benchmark kami,” kata Oki Dewanto, pendiri Dapur Cokelat, perusahaan kue dan cokelat yang sudah berdiri 20 tahun itu di kantor sekaligus pabrik cokelat itu, awal Desember lalu. Tempo mendapatkan kesempatan menyambangi pabrik cokelat itu. 

    Menurut Oki, teknik yang sedang dikembangkan di perusahaannya adalah membuat dekorasi kue dengan mengkombinasikan action figure dan painting. Dibutuhkan sekitar 3-5 hari untuk mendekorasi kue seperti ketika membuat Garuda Wisnu Kencana saat pembukaan Dapur Cokelat di Bali.

    Menurut Oki, untuk membuat dekorasi kue ini menggunakan bahan cokelat modelling, yang berfungsi seperti clay dan cokelat murni. “Kami menggunakan pewarna khusus cokelat yang disebut oil base, yang dibuat dari cocoa butter . Bahan ini memang biasa dipakai untuk pewarna cokelat. Jadi, kalau dibilang memakai pewarna tekstil jelas bohong,” katanya.

    Seorang karyawan Dapur Cokelat tengah mendekorasi cokelat untuk dibuat seperti tanaman. Foto: TEMPO| Istiqomatul Hayati.

    Setiap menjelang Natal, Tahun Baru, Valentine, dan Lebaran, Dapur Cokelat membuat tema dekorasi untuk memikat dan bisa menjadi hantaran. Musim panen pedagang kue memang biasanya saat hari-hari khusus itu. Permintaan pesanan pun membeludak.

    Seperti saat Natal tahun ini, mereka menyiapkan tema boneka salju. “Tema-tema Natal memang enggak jauh dari boneka salju, sinterklas, kereta salju,” kata Oki. Adapun tema saat Lebaran, tak pernah bergeser dari ketupat. Begitupun saat Hari Kasih Sayang, tema yang muncul tentang cinta, hati, dan bunga mawar.

    Di masa pandemi seperti ini, kata Oki, meski penjualan secara regular menurun, tapi pada saat hari khusus seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru, dan Valentine justru pesanan dekorasi meningkat. “Waktu lebaran keamrin, pesanan naik 50-60 persen, lebih besar saat Idul Fitri setahun lalu,” katanya.

    Bahkan, lebaran lalu, pesanan kue cokelat meningkat 80 persen dari penjualan normal selama pandemi. Pada awal pandemic, diakui Oki, penjualan turun, apalagi ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang membuat usaha sempat mandek. Tapi kemudian, secara perlahan penjualan mulai naik, terutama saat hari khusus, yakni lebaran.

    “Kuncinya, kami mendekatkan ke customer. Dulu costumer yang mendekati kami, sekarang kebalik, dan itu potensial ,” kata Ermey Trisniarty, CEO Dapur Cokelat. Mereka bekerja sama dengan layanan hantar Gojek dan Grab untuk melayani pesanan kue cokelat.

    “Pandemi itu sebenarnya berkah kalau kita bisa membaca peluang. Di tengah WFH, pembeli ingin mencicipi cokelat kami, maka kami sediakan porsi kecil agar semua bisa merasakan enaknya cokelat,” kata istri Oki Dewanto ini.

    Di Hari Lebaran lalu misalnya, ketika ada kebijakan melarang pulang kampung, maka sebagai gantinya, kue cokelat bisa mewakili silaturahmi itu. “Makanya enggak heran pesanan melonjak,” tuturnya. “Yang penting, harus selalu kreatif menciptakan ide-ide baru menyiasati pandemi.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H