Penderita 11 Penyakit Ini Tak Disarankan Suntik Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi jantung (pixabay.com)

    ilustrasi jantung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak semua orang boleh mendapatkan vaksin Covid-19. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengeluarkan rekomendasi terkait vaksinasi Covid-19 pada pasien dengan penyakit penyerta.

    Melalui sebuah surat yang ditandatangani Ketua Umum PAPDI, Dr. Sally A. Nasution, dijelaskan mana orang yang layak mendapatkan vaksinasi dan yang tidak. Untuk orang dengan penyakit penyerta yang belum layak divaksinasi, berikut daftarnya.

    1. Penyakit autoimun sistemik (SLE, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lain)
    Pasien autoimun tidak dianjurkan untuk diberikan vaksinasi Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi.

    2. Sindroma hiper IgE
    Sama dengan mereka yang menderita autoimun, perlu menunggu penelitian lebih lanjut untuk menerima vaksinasi.

    3. Pasien dengan infeksi akut
    Bahkan pasien ini dinyatakan tidak layak menerima vaksinasi. Pasien dengan infeksi akut ditandai dengan demam, menjadi kontraindikasi vaksinasi.

    4. Pasien ginjal kronik (PGK) non dialisis, PGK dialisis, transplantasi ginjal, dan sindroma nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid
    Dinyatakan belum layak karena belum direkomendasikan. Hal ini disebabkan karena belum ada uji klinis mengenai edukasi dan keamanan vaksin terhadap populasi ini.

    5. Hipertensi
    Beberapa uji klinis menginklusi pasien dengan hipertensi. Saat ini para dokter masih menunggu hasil dari uji klinis di Bandung.

    6. Gagal jantung dan penyakit jantung koroner
    Belum ada data mengenai keamanan vaksin pada kondisi ini.

    7. Rematik autoimun
    Dinyatakan belum layak karena belum ada data penggunaan. Data vaksin sebelumnya juga menunjukkan tidak ada kontraindikasi pemberian pada pasien ini. Pemberian vaksin Covid-19 untuk pasien rematik-autoimun harus mempertimbangkan risiko. Namun rekomendasi ini masih bersifat sementara dan bisa saja berubah jika ada bukti baru tentang keamanan dan efektivitas vaksin.

    8. Penyakit-penyakit gastrointestinal
    Mereka yang menderita penyakit ini dan menggunakan obat-obat imunosupresan pada dasarnya tidak masalah diberikan vaksin Covid-19. Namun respons imun yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.

    9. Hipertiroid/hipertiroid karena autoimun
    Perlu menunggu hasil penelitian yang jelas dan dipublikasikan.

    10. Penyakit kanker, kelainan hematologi seperti gangguan koagulasi, pasien imunokompramais, pasien terapi aktif kanker, pemakai obat imunosupresan dan penerima produk darah
    Studi klinis Sinovac mengeksekusi pasien dengan penyakit ini. Dengan tidak adanya data, maka mereka dengan penyakit ini belum direkomendasikan menerima vaksin Covid-19.

    11. Hematologi-onkologi yang mendapatkan terapi jangka panjang
    Sama seperti penyakit dengan kanker, belum ada data terkait pasien ini dalam uji klinis.

    *Konten ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.