Tantangan David Beckham Dalam Hal Diet Makanan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan bintang sepak bola Manhcester United, David Beckham, memberikan apresiasi pada petugas medis yang menjadi garda terdepan menangani virus corona atau Covid-19. Korban meninggal akibat Covid-19 di Inggris mencapai 2.921 orang. Dailymail.co.uk

    Mantan bintang sepak bola Manhcester United, David Beckham, memberikan apresiasi pada petugas medis yang menjadi garda terdepan menangani virus corona atau Covid-19. Korban meninggal akibat Covid-19 di Inggris mencapai 2.921 orang. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Atlet Sepak Bola David Beckham mengatakan ada satu tantangan yang dialaminya dalam menjalani hidup sehat. "Aku tidak terlalu pintar minum air putih," katanya dalam pembukaan peluncurkan program AIA Vitality bertajuk All Well Indonesia pada 3 Januari 2021.

    Di masa pandemi ini, ia pun melakukan pola hidup sehat dengan melakukan perubahan kecil. "Saya melakukan perubahan kecil dalam diet saya, dengan lebih banyak minum air putih," kata AIA Global Ambassador ini.

    Program AIA Vitality mencakup empat kunci pilar untuk membantu nasabah fokus dengan perjalanan mereka mewujudkan hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik: Eat Well, Move Well, Think Well dan Plan Well.

    Penting untuk setiap orang memantau dan mengatur asupannya. Chef Yuda Bustara mengatakan pola makan sehat harus ada dalam kehidupan kita sehari-hari. "Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan sendiri makannya," katanya. Ia tahu banyak orang yang mengeluhkan sulit makan sehat saat memiliki jadwal kegiatan yang padat namun dengan memasak sendiri, kita tahu apa yang masuk dalam tubuh kita. 

    Selama ini, kata Chef Yuda, bila berbicara soal diet, yang banyak dipikirkan orang adalah hanya soal menghitung kalori yang terkandung dalam makanannya. Padahal penting untuk masyarakat melihat jenis kalori dan jenis makanan yang masuk dalam tubuh. "Kalau fokusnya hanya jumlah kalori saja, bisa jadi makanan yang dimakan tidak memiliki nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan kita," katanya.

    Menurut Yuda, ketika makan sebaiknya memperhatikan makronutrien. "Yaitu karbo, serat dan protein," katanya.

    Beberapa sumber karbo berasal dari umbi-umbian, nasi dan terigu. Sedangkan sumber serat tinggi adalah sayuran hijau, buah-buahan. "Beberapa sumber protein adalah daging sapi, kambing, kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang merah, atau kacang hijau," katanya.

    "Di setiap piring harus ada 3 makro nutrien ini," kata Chef Yuda mengingatkan pentingnya setiap orang makan dengan gizi seimbang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.