Survei: 78 Persen Pelajar Ingin Sekolah Tatap Muka

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bersekolah dengan menggunakan masker. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

    Ilustrasi bersekolah dengan menggunakan masker. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei singkat Komisi Perlindungan Anak Indonesia menunjukkan sebanyak 78,17 persen pelajar ingin kembali belajar di sekolah atau menjalani sekolah tatap muka. Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesa, Retno Listyarti melakukan survei singkat Persepsi Peserta Didik tentang rencana pemerintah membuka pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.

    "Survei ini dibuat untuk mendengarkan suara anak-anak Indonesia," kata Retno Listyarti dalam keterangan tertulis pada 28 Desember 2021. Aplikasi yang digunakan untuk melakukan survei adalah google form dengan metode penyebaran kuesioner melalui aplikasi WhatsApp dan Facecook dengan dibantu oleh pegiat pendidikan dan para guru dalam jaringan Federasi Serikat Guru Indonesia.

    Dari 62.448 responden pelajar, mayoritas setuju sekolah tatap muka dibuka pada Januari 2021 yaitu sebanyak 48.817 siswa atau 78.17 persen dari total responden. Sedangkan yang tidak setuju sebanyak 6.241 siswa atau sekitar 10 persen dari total responden. Pelajar yang menjawab ragu-ragu mencapai 10.078 orang atau sekitar 16,13 persen dari total responden.

    Para siswa yang setuju dengan sekolah tatap muka umumnya beralasan sudah jenuh pembelajaran jarak jauh. Mereka juga membutuhkan praktikum dan membahas materi pelajaran sulit yang tidak bisa diberikan melalui daring. Hampir 56 persen pelajar yang setuju sekolah tatap muka berada di jenjaang kelas 6 SD, kelas 9 SMP, kelas 12 SMA/SMK.

    ADVERTISEMENT

    Ilustrasi pendidikan di sekolah.

    Pelajar yang tidak setuju sekolah tatap muka umumnya khawatir tertular Covid-19 karena kasusnya masih tinggi di daerah mereka. Ada juga yang tidak setuju sekolah tatap muka lantaran meragukan kesiapan sekolah dalam menyediakan infrastruktur dan protokol kesehatan.

    Survei singkat ini berlangsung selama sepekan, mulai 11 - 18 Desember 2020. Dari 62.448 pelajar yang mengikuti survei, sebanyak 55 persen di antaranya adalah siswa dan 45 persen siswi. Jenjang pendidikan yang berpartisipasi, yaitu pelajar SD sebanyak 28.164 anak; pelajar SMP sejumlah 28.132 anak; pelajar SMA 3.707 orang; dan pelajar SMK 4.184 orang. Pelajar SLB yang mengikuti survei sebanyak 49 anak, dan sisanya 900 anak dari madrasah.

    Survei ini mencakup 34 propvinsi, dengan mayoritas pelajar tinggal di Pulau Jawa. Adapun provinsi dengan peserta survei tertinggi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Yogyakarta. Ada pula pelajar dari Kalimatan Tengah, Sumatera Barat, Jambi, NTB, Bengkulu, dan provinsi lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.