Pandemi Covid-19, Warga Korea Selatan Ramai-ramai Operasi Plastik, Aji Mumpung?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ryu Han-na, yang menjalani operasi plastik hidung, menjalani CT scan di WooAh di Klinik Bedah Plastik, di tengah pandemi penyakit vrius corona (COVID-19) di Seoul, Korea Selatan, 17 Desember 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    Ryu Han-na, yang menjalani operasi plastik hidung, menjalani CT scan di WooAh di Klinik Bedah Plastik, di tengah pandemi penyakit vrius corona (COVID-19) di Seoul, Korea Selatan, 17 Desember 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    TEMPO.CO, JakartaPandemi Covid-19 membawa musibah bagi sebagian orang juga membawa berkah bagi sebagian yang lain. Di Korea Selatan misalkan, industri kecantikan terus berputar seolah tak terimbas wabah Covid-19.

    Masyarakat Korea Selatan menganggap ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan operasi plastik, terutama di area hidung, bibir, pipi, dan dagu. Selama pandemi Covid-19 terjadi, semua orang harus melindungi diri dan orang lain dengan memakai masker.

    Dan ketika wabah telah tertangani, mereka berharap tak lagi perlu memakai masker, sehingga dapat memamerkan penampilan hidung, bibir, dagu, dan pipi yang baru. "Saya ingin sekali operasi plastik di hidung," kata Ryu Han-na, mahasiswi di Seoul, Korea Selatan, seperti yang dikutip Channelnewsasia, Senin 4 Januari 2021.

    Ryu Han-na mengatakan ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan operasi plastik. "Saya pikir masa sekarang ini merupakan waktu terbaik untuk melakukan operasi plastik sebelum orang melepas masker ketika vaksin Covid-19 tersedia pada tahun 2021," ujarnya.

    Imbauan pemerintah agar masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah dan memakai masker saat keluar rumah sesuai dengan kebutuhan orang yang sedang menjalani perawatan atau pemulihan kecantikan. Mereka yang baru menjalani operasi plastik tak perlu khawatir wajahnya terlihat bengkak atau memar akibat operasi plastik akan terlihat oleh orang lain.

    Keputusan warga Korea Selatan seperti Ryu memicu peningkatan permintaan operasi plastik di Korea Selatan. Sepanjang 2020 di mana pandemi Covid-19 terjadi selama sepuluh bulan, permintaan operasi plastik dengan tujuan kosmetik di Korea Selatan terus bertambah.

    Ilustrasi bedah plastik. yourmomhatesthis.com

    Korea Selatan telah menjadi ibu kota dunia bedah kosmetik, bahkan sejak sebelum pandemi Covid-19. Industri operasi plastik diperkirakan bernilai sekitar USD 10,7 miliar atau sekitar Rp 150 triliun pada 2020. "Permintaan operasi plastik naik sekitar 9,2 persen setiap tahun," demikian pernyataan Gangnam Unni, platform bedah kosmetik online terbesar di Korea Selatan. Pada 2021, perputaran uang di dunia bedah kosmetik Korea Selatan diperkirakan mencapai USD 11,8 miliar (sekitar Rp 165 triliun).

    Ahli bedah plastik di Klinik WooAhIn, Park Cheol-woo mengatakan, selama pandemi Covid-19, pasiennya lebih banyak meminta operasi plastik pada bagian wajah yang tertutup masker, yakni hidung dan bibir. "Perhatikan nanti setelah wabah teratasi, wajah orang-orang akan terlihat berubah terutama di bagian jembatan hidung, ujung hidung, dan bibir," kata Park Cheol-woo yang juga menangani operasi plastik Ryu Han-na.

    Ahli bedah Shin Sang-ho yang mengoperasikan Klinik Bedah Plastik Krismas di pusat distrik Gangnam, Seoul, Korea Selatan, mengatakan, banyak orang memanfaatkan dana bantuan dari pemerintah Korea Selatan selama pandemi Covid-19 untuk menjalani operasi plastik. "Perilaku ini meningkatkan pendapatan industri kesehatan pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2020," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.