Cara Mengatasi Pikun dengan Diet Mediterania dan Serangkaian Upaya Berikut

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi demensia/Alzheimer. Wisegeek.com

    Ilustrasi demensia/Alzheimer. Wisegeek.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu cara mengatasi pikun dapat dilakukan dengan mengurangi berbagai faktor risiko penyakit degeneratif. Salah satunya dengan mengatur asupan makanan atau diet.

    Diet yang dianjurkan sebagai cara mencegah pikun adalah diet Mediterania. Diet ini mengutamakan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan. Dalam praktiknya, diet Mediterania menggunakan minyak Zaitun sebagai lemak utama.

    "Diet Mediterania dikaitkan dengan penurunan risiko kepikunan seperti demensia dan penyakit Alzheimer," kata dokter peneliti dari Mayo Clinic, Jonathan Graff-Radford, seperti dikutip dari laman Mayoclinic, Minggu 10 Januari 2021. Diet Mediterania disarankan bagi mereka yang berisiko terkena penyakit yang berkaitan dengan gangguan pembuluh darah, seperti jantung, kolesterol, dan hipertensi.

    Ilustrasi kacang-kacangan sebagai contoh asupan nutrisi dalam diet Mediterania. Freepik.com/Racool Studio

    Diet Mediterania, menurut Graff-Radford, juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Hanya saja, dia melanjutkan, diet Mediterania tidak akan efektif sebagai cara mengatasi pikun apabila orang yang menerapkannya tidak melakukan perubahan gaya hidup.

    Tak hanya mengatur asupan makanan, pelaku diet Mediterania juga harus melakukan aktivitas fisik yang melibatkan kerja otak, seperti bermain scramble, catur, membaca, dan menulis buku. Gerakan fisik seperti olahraga aerobik juga bisa dilakukan sebagai cara mengatasi pikun.

    Dan satu langkah yang penting dalam mengatasi pikun adalah tetap bahagia dalam setiap fase kehidupan. "Jaga kesehatan mental Anda," kata Graff-Radford.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.