Mengatasi Perut Melilit Mesti Tahu Dulu Apa Penyebabnya, Cek 5 Kondisi Ini

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Perut melilit bisa dipicu berbagai hal. Sebaiknya jangan langsung minum obat sakit perut tanpa mengetahui dengan pasti apa penyebab perut melilit.

    Memang ada berbagai jenis obat untuk mengatasi perut melilit. Namun jika langsung mengkonsumsi obat tanpa mengidentifikasi penyebabnya, bisa jadi perut justru kian sakit atau menimbulkan efek samping lainnya.

    Mengutip laman Sehatq, sakit perut melilit bisa terjadi secara mendadak. Rasanya otot-otot perut tertarik kencang atau kram. Berikut beberapa pemicu perut melilit dan obat untuk mengatasinya:

    1. Keracunan makanan
      Makanan yang terkontaminasi bakteri dan parasit dapat memicu perut melilit. Biasanya disertai dengan mual, muntah, diare, dan demam. Untuk mengatasi perut melilit karena keracunan makanan, minumlah air putih sebanyak mungkin. Tujuannya, menjaga kecukupan cairan tubuh.

      Perut melilit karena keracunan makanan juga dapat diatasi dengan minum air kelapa muda, sport drink, dan jus buah. Bisa ditambahkan dengan paracetamol untuk meredakan perut melilit yang diikuti dengan demam.

    2. Flu perut atau gastroenteritis
      Gejala flu perut atau gastroenteritis mirip seperti keracunan makanan. Kontaminasi bakteri, virus, dan parasit dalam makanan bisa terjadi apabila seseorang berbagi makanan, saling meminjam peralatan makan, atau langsung mengkonsumsi makanan dan minuman yang tercemar.

      Penanganannya sama seperti keracunan makanan. Tetap jaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air putih. Makanlah makanan yang mudah dicerna, seperti nasi lembek, pisang, dan biskuit tanpa rasa. Bisa dibantu dengan paracetamol untuk mengurangi rasa nyeri ketika perut melilit dan hindari obat antiinflamasi nonsteroid, seperti aspirin dan ibuprofen karena zat ini dapat mengiritasi perut.

      Ilustrasi sakit perut. Pixabay.com/Natasya Gepp

    3. Alergi makanan
      Jenis makanan yang memicu alergi antara lain kerang, ikan, kacang-kacangan, telur, dan susu. Tak hanya perut melilit, orang yang alergi terhadap makanan ini bisa merasakan efek lebih, seperti bersin tak terkendali, hidung meler, ruam merah pada kulit, bengkak di wajah dan bagian tubuh tertentu, serta diare.

      Untuk mengatasi sakit perut melilit karena alergi makanan, cobalah gunakan pereda alami, seperti teh kamomil, kompres hangat, dan daun mint. Tapi, orang yang mengalami alergi makanan biasanya sudah membekali diri dengan obat dari dokter untuk mencegah atau mengatasinya.

    4. Intoleransi laktosa
      Intileransi laktosa tak hanya membuat perut melilit, tapi juga sering buang angin, diare, sakit kepala, dan kelelahan. Kondisi ini disebabkan tubuh tidak dapat mencerna laktosa dari susu dan produk olahannya.

      Obat sakit perut melilit karena intoleransi laktosa sejatinya sangat mudah, yakni dengan membatasi atau menghindari produk yang mengandung laktosa. Kalaupun ingin menikmati makanan atau minuman yang mengandung laktosa, konsumsilah sedikit demi sedikit dan bersama dengan makanan lain.

    5. Dispepsia
      Dispepsia merupakan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Perut terasa melilit, kembung, nyeri ulu hati, mual, muntah, dan sendawa berlebih. Obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi perut melilit karena dispepsia antara lain antasida, H2 receptor antagonist atau H2RA, dan proton pump inhibitor atau PP untuk menetralisir dan menurunkan kadar asam lambung.

      Jangan sepelekan sakit perut melilit karena tentu mengganggu aktivitas. Jika perut tetap terasa melilit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H