Awas, Pria Tak Suka Bila Pasangan Melakukan Hal Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Drobotdean

    Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Drobotdean

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan sering bertindak bodoh untuk mendapatkan perhatian lawan jenis. Tetapi, menurut laki-laki hal tersebut justru membuat mereka tidak tertarik.

    Untuk membantu memahami dan menghindari kesalahan serupa di masa datang, berikut beberapa peringatan penting yang harus menjadi perhatian ketika mencoba membangun hubungan dengan pasangan, seperti dikutip Bolde.

    Terlalu banyak omong
    Bicara tanpa henti bisa dianggap sebagai tanda membutuhkan pengakuan dan putus asa. Selain itu, terlalu banyak omong adalah perilaku orang yang ingin menjadi sorotan dan pusat perhatian sepanjang waktu. Ini tidak berlaku untuk semua perempuan, tetapi mereka yang tidak melakukan apa pun selain berbicara tentang diri sendiri dapat membuat pria menjadi tidak tertarik. Seolah mereka mencoba meyakinkan orang lain betapa hebatnya mereka.

    Mengirim pesan terus menerus
    Banyak pria yang tidak bisa mengirim pesan balik saat itu juga, tetapi itu tidak berarti Anda harus mengirim teks selanjutnya. Jika ini bukan keadaan darurat, tunjukkan kesabaran dan percayalah bahwa pasangan akan membalas pesan jika tertarik. Faktanya, mungkin tidak ada tanda keputusasaan yang lebih besar daripada mengiriminya serangkaian teks sambil menunggu balasan. Ingat, pria tidak selalu suka berkirim pesan. Karena itu, jangan menilai minatnya dari seberapa cepat dia membalas pesan.

    Mengatakan sedang mencari pacar
    Kebanyakan pria tidak suka mendengar Anda sedang mencari pacar. Itu mungkin memang benar, tapi bukan informasi yang perlu dibagikan segera setelah bertemu dengan orang lain. Dari perspektif pria, itu membuat kencan tampak seperti wawancara. Hal ini juga membuat perempuan terlihat putus asa menemukan seseorang. Akan lebih baik membiarkan hubungan terungkap secara alami.

    Melangkah terlalu jauh
    Jangan membicarakan rencana jangka panjang di awal sebuah hubungan. Sejujurnya, tidak ada yang boleh mendiskusikan pernikahan atau anak dengan orang yang dikenal selama seminggu. Ini hanya membuat Anda terlihat putus asa. Biarkan hal-hal terjadi dengan normal. Perempuan mungkin ingin melihat apa yang akan terjadi ke depan, tapi berilah sedikit waktu sebelum menanyakan tentang hal-hal jangka panjang dalam sebuah hubungan.

    Memancing pujian
    Kita semua suka mendengar hal-hal baik tentang diri sendiri tetapi itu tidak berarti harus memohon agar mendapatkannya. Perempuan seringkali mengajukan pertanyaan tertentu atau mengarahkan percakapan yang memaksa pria memberikan pujian. Jelas terlihat Anda membutuhkan validasi yang bukan hal menarik bagi pria. Bersabarlah dan percayalah yang menyukai Anda akan memuji secara alami dan lebih personal.

    Menghina perempuan lain
    Berkencan bisa jadi terlihat seperti sebuah kompetisi tetapi sebenarnya tidak demikian. Anda tidak akan mendapatkan apa-apa dengan menghina perempuan lain. Ini justru terlihat seperti sedang meyakinkan pria bahwa Anda lebih baik. Kebanyakan pria dapat melihat tindakan yang seperti itu sebagai tindakan putus asa dan tidak aman. Jika Anda bertanya-tanya, kedua hal tersebut sangat berpengaruh terhadap respons pria kepada Anda.

    Menghabiskan waktu di media sosial
    Ingat, hubungan adalah kehidupan nyata. Itu tidak terjadi secara online atau di media sosial saja. Jangan menunggah kata-kata kasar pasif-agresif tentang keadaan hubungan atau berswafoto dengan pria lain hanya untuk membuatnya cemburu.

    Muncul tanpa pemberitahuan
    Beberapa perempuan mungkin berpikir adalah hal yang menyenangkan untuk mengatur pertemuan tidak sengaja dengan pria. Tapi itu bisa jadi membuat pria tidak senang dan kehilangan keseimbangan. Jangan mampir ke tempatnya tanpa undangan atau meninggalkan sesuatu agar punya alasan untuk kembali. Anda tahu itu jenis perilaku penguntit. Perilaku ini adalah sesuatu yang putus asa dan akan membuat pria marah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.