Efek Vaksin Covid-19 Masih Jadi Pertimbangan Masyarakat, Pakar Beri Penjelasan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac kepada Gubernur Bali I Wayan Koster saat dimulainya gerakan vaksinasi di Rumah Sakit Bali Mandara, Sanur, Bali, Kamis 14 Januari 2021. Bali mendapatkan jatah 31 ribu dosis vaksin Sinovac yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan pada tahap pertama vaksinasi nasional. Johannes P. Christo

    Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac kepada Gubernur Bali I Wayan Koster saat dimulainya gerakan vaksinasi di Rumah Sakit Bali Mandara, Sanur, Bali, Kamis 14 Januari 2021. Bali mendapatkan jatah 31 ribu dosis vaksin Sinovac yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan pada tahap pertama vaksinasi nasional. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, penerima vaksin COVID-19 dianjurkan menunggu selama 30 menit usai divaksin menjelaskan. Hal ini untuk memantau dan memastikan tidak ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

    "Sebagian besar (KIPI) terjadi dalam rentang waktu 30 menit," ujarnya.

    Hal senada diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam konsultasi alergi imunologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Iris Rengganis. Menurutnya, prosedur ini berlaku untuk setiap vaksin, bukan hanya vaksin COVID-19. KIPI bisa terjadi dengan menimbulkan beragam gejala, yakni sifatnya lokal seperti nyeri bekas suntikan, bengkak di lokasi suntikan, dan kemerahan pada pada bekas suntikan, atau sistemik seperti demam dan sakit kepala.

    Orang juga bisa mengalami reaksi alergi dan ini tidak bisa diduga. Namun, para petugas kesehatan umumnya sudah menyiapkan zat penawar yang disebut Anafilaktik Kit.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan kasus alergi usai divaksin COVID-19 jarang terjadi. Menurut CDC, ada sekitar 11,1 kasus reaksi alergi parah per 1 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19. Walau begitu, kenyataan ini tak seharusnya membuat orang takut divaksin COVID-19 karena tetap merupakan proposisi nilai yang baik.

    "Sebelum divaksinasi harus ada edukasi mengenai efek samping vaksin dan penjelasan jika terjadi efek samping setelah diobservasi 30 menit. Semua ini harus dijelaskan dan sudah disiapkan penanganannya bila terjadi," tutur Iris.

    Di sisi lain, Nadia merekomendasikan orang yang mengalami KIPI segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan.

    "Kalau ada gejala segera datang ke fasyankes. Vaksinnya aman dan efek samping kurang dari 1 persen tetapi tetap harus diantisipasi," katanya.

    Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan tidak merasa sakit, pegal, atau demam. Kendati begitu, dia tetap diobservasi usai divaksin.

    Dalam kesempatan berbeda, Wakil Presiden Program Farmasi dan Layanan Diagnostik di ZOOM+Care, Thad Mick, mengatakan efek samping vaksin COVID-19 lain bisa juga nyeri otot dan nyeri sendi pada 1-2 hari setelah orang menerima vaksin, tetapi mungkin berpotensi muncul di kemudian hari. Jika efek disebut mirip dengan gejala COVID-19, ini karena pada dasarnya memang demikian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H