Tak Sekedar Iseng, Corat-coret Ternyata Baik buat Kesehatan Mental

Reporter

Ilustrasi coretan anak (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang suka corat-coret, meski tanpa bentuk jelas, ada kabar gembira. Kebiasaan mencorat-coret atau menggambar di kertas tanpa konsep ternyata bermanfaat bagi kesehatan mental.

Sebagian orang suka mencorat-coret buku atau kertas ketika merasa bosan atau tak tertarik dengan materi pelajaran atau presentasi rapat. Meskipun beberapa ahli mendefinisikan corat-coret sebagai bentuk lamunan proaktif karena dilakukan tanpa sengaja, baru-baru ini pakar kesehatan mental mengungkap manfaat mencorat-coret.

Membantu konsentrasi
Meski kedengarannya kontradiktif, sebuah penelitian menemukan setelah ceramah atau pertemuan, mereka yang mencoret-coret dapat mengingat lebih banyak informasi daripada yang bukan pencoret. Para ahli menunjukkan corat-coret membantu berkonsentrasi karena memerlukan upaya kognitif yang cukup untuk mencegah melamun. Artinya, mencoret-coret membantu lebih fokus dan tetap terlibat, menahan pikiran atau otak agar tidak melenceng.

Membantu memproses emosi
Beberapa penelitian setuju corat-coret atau ekspresi artistik dapat membantu menangani perasaan dan emosi dengan cara yang lebih baik. Sama seperti membuat jurnal yang membantu berhubungan dengan emosi dan perasaan, corat-coret juga dapat membantu mengenali dan mengekspresikan emosi dengan lebih baik.

Mengurangi stres
Manfaat ini sejalan dengan praktik pemberian buku mewarnai kepada anak. Seperti manfaat buku mewarnai untuk menghilangkan stres yang telah terbukti membantu menenangkan amigdala (bagian otak yang mengontrol respons melawan atau lari), corat-coret dapat membantu mengendalikan tingkat stres seseorang. Pakar kesehatan mental menunjukkan gerakan berulang dari menggerakkan pena di sepanjang halaman, membuat bentuk yang sama berulang kali, dapat membuat rileks. Karena corat-coret itu bebas, orang tak perlu khawatir membuat kesalahan.

Membantu belajar
Seperti yang telah dibuktikan corat-coret dapat membantu meningkatkan konsentrasi, juga dapat membantu belajar lebih baik. Sebuah hasil studi menunjukkan orang yang mencoret-coret ketika merasa pikirannya melayang di kelas atau ruang pertemuan dapat mendapatkan kembali konsentrasinya.

Meningkatkan kreativitas
Menurut para ahli, corat-coret dapat membantu merangsang area otak yang biasanya tidak aktif sehingga membantu menganalisis informasi secara berbeda saat Anda 'menerangi berbagai jaringan di otak'. Mencoret-coret pada dasarnya adalah berpikir dalam gambar dan membantu merangsang otak.

Beberapa manfaat lain dari mencoret-coret adalah mengatur suasana hati dan perilaku adiktif (kompulsif), membantu mengingat kembali memori, pikiran dan tubuh lebih santai, serta meningkatkan keterampilan dalam memecahkan masalah.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental dengan Cara Berikut






Cerita Keira Knightley Mengalami PTSD karena Popularitas

4 jam lalu

Cerita Keira Knightley Mengalami PTSD karena Popularitas

Ketika Keira Knightley pertama kali populer berkat filmnya, dia tidak bisa mengatasinya.


5 Cara Mengatasi Fluktuasi Mood karena PCOS

8 jam lalu

5 Cara Mengatasi Fluktuasi Mood karena PCOS

Perubahan suasana hati adalah gejala umum PCOS yang dapat memengaruhi kerja, hubungan, dan kehidupan secara umum.


Putus Cinta, Simak 5 Kiat Melupakan Mantan Pacar

8 jam lalu

Putus Cinta, Simak 5 Kiat Melupakan Mantan Pacar

Putus cinta bisa menjadi kondisi yang menyakitkan atau menyulitkan. Apakah selalu begitu?


Memahami Fase Bipolar dan Ragam Pengobatan

15 jam lalu

Memahami Fase Bipolar dan Ragam Pengobatan

Bipolar terbagi atas dua fase, yakni fase mania atau naik dan fase depresi atau turun. Kedua fase tersebut memiliki gejala dan ciri yang berbeda.


Bagaimana Kiat Menghadapi Mom Shaming?

1 hari lalu

Bagaimana Kiat Menghadapi Mom Shaming?

Mom shaming kondisi ketika seseorang menyindir atau mencela seorang ibu dalam hal mengurus anak


Kenali Gejala-gejala dan Pengobatan ALS

3 hari lalu

Kenali Gejala-gejala dan Pengobatan ALS

ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis, adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang memengaruhi sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang.


Mengenal Saraf Kranial: Apa Saja Fungsinya?

3 hari lalu

Mengenal Saraf Kranial: Apa Saja Fungsinya?

Terdapat 12 pasang saraf kranial di kepala kita.


Waspadai Gejala Epilepsi, Jangan Dibiarkan

4 hari lalu

Waspadai Gejala Epilepsi, Jangan Dibiarkan

Epilepsi adalah penyakit otak kronis tidak menular yang bisa menyerang segala usia. Kenali gejalanya sejak dini.


Mengenali 5 Bentuk Perilaku Mom Shaming

4 hari lalu

Mengenali 5 Bentuk Perilaku Mom Shaming

Mom shaming kondisi ketika seseorang menyindir atau mencela seorang ibu dalam hal mengurus anak


6 Tanda Seseorang Mengalami Krisis Identitas

5 hari lalu

6 Tanda Seseorang Mengalami Krisis Identitas

Krisis identitas seringkali terjadi di pertengahan umur 20-an, yang biasanya menimbulkan peratanyaan tentang 'siapa' diri kita sebenarnya