Manfaat Melinjo untuk Kesehatan Ada pada Daun dan Kulitnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi melinjo. Wikipedia.org

    Ilustrasi melinjo. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Biji melinjo digeprek dan diolah menjadi emping terasa gurih dan legit. Cita rasanya melengkapi kelezatan gado-gado, soto, dan aneka hidangan lain. Namun kenikmatan olahan biji melinjo ini tidak ada apa-apanya dibanding manfaat melinjo dari bagian kulit dan daunnya.

    Jika olahan biji melinjo dianggap sebagai biang kerok asam urat dan kolesterol, kulit daun melinjo memiliki khasiat sebaliknya. Mengutip laman Sehatq, kulit melinjo mampu menurunkan asam urat dan daun melinjo bisa menurunkan kadar gula darah. Melinjo dengan nama latin Gnetum gnemon adalah tanaman dari Asia Pasifik dan Asia Barat.

    Baca juga: 
    Khasiat Kulit Melinjo Bantu Turunkan Asam Urat dan Cegah Penyakit Kronis

    Kulit melinjo mengandung beta karoten, fenolik, flavonoid, vitamin C, tembaga, mangan, zat besi, zinc, potasium, dan antioksidan. Senyawa bioaktif yang didominasi oleh zat antioksidan dari kulit melinjo dapat menstabilkan kadar asam urat.

    Berdasarkan penelitian dari Institut Pertanian Bogor atau IPB, mengkonsumsi ekstrak kulit melinjo dengan dosis 450 miligram per kilogram berat badan dan 900 miligram per kilogram berat badan lebih efektif ketimbang minum obat anti-asam urat. Persentase penurunan kadar asam urat daari ekstrak kulit melinjo masing-masing sebesar 50 persen dan 54,62 persen. Manfaat kulit melinjo ini bisa dinikmati tanpa efek samping.

    Adapun daun melinjo, menurut penelitian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, kaya antioksidan. Zat antioksidan memang tersebar di hampir seluruh bagian tanaman melinjo. Naamun kadar antioksidan paling banyak ada pada daun, yakni 5,97 persen.

    Zat antioksidan jenis flavonoid pada daun melinjo mampu menstabilkan kadar gula darah. Flavonoid berperan sebagai antidiabetes yang mengikat radikal bebas sehingga dapat mengurangi stres oksidatif. Stres oksidatif ini yang memicu retensi insulin serta mencegah disfungsi dan kerusakan sel beta pankreas.

    Flavonoid juga mengurangi penyerapan glukosa dan mengatur kerja enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat. Dengan begitu, risiko terkenda diabetes akan berkurang.

    Sebaiknya perhatikan cara mengolah untuk mendapatkan manfaat melinjo dari daun dan kulit tadi. Kulit melinjo sebaiknya direbus atau dimakan mentah setelah dicuci sampai bersih. Adapun daun melinjo dapat dicampurkan dalam sayur asam.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.