Saran Psikolog buat yang Ingin Cari Pasangan Online

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi online dating/ kencan online. Digitaltrends.com

    Ilustrasi online dating/ kencan online. Digitaltrends.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda termasuk yang suka mencari pasangan online? Psikolog klinis Pingkan Rumondor menyarankan untuk mempersiapkan sejumlah hal sebelum memanfaatkan aplikasi kencan daring untuk menemukan pasangan hidup, terutama bagi para pemula.

    "Ada beberapa hal yang perlu Anda established dulu sebelum mencoba. Pertama, tahu tujuan apakah mencari teman baru, hubungan enggak long lasting, atau mau mencari yang untuk long term bisa lanjut ke pernikahan," ujarnya, Sabtu, 23 Januari 2021.

    Saat ini ada beragam aplikasi kencan yang tersedia dengan fitur berbeda. Carilah aplikasi yang bisa mendukung tujuan, misalnya memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang penting.

    Apabila berencana mencari pasangan yang bisa berlanjut ke pernikahan, sebaiknya tentukan kriteria yang spesifik. Misalnya, sosok yang baik, tentukan indikator sifat-sifat yang menurut Anda sesuai dengan "baik". Anda bisa saja memaknai "baik" itu dengan suka mendengarkan dan sebagainya.

    "Seringkali orang menjawab 'Ingin yang baik, setia, beriman'. Supaya efektif, tentukan kriteria spesifik yang menjadi indikator sifat-sifat itu. Misalnya, orang baik itu menurut saya yang mendengarkan," tutur Pingkan.

    Anda bisa mulai dengan membangun pertemanan, menyortir sosok-sosok yang sesuai dengan nilai-nilai hidup Anda. Tidak ada salahnya memprioritaskan orang-orang yang menunjukkan minat dan usaha lebih dibanding yang sebatas menyapa.

    Pingkan merekomendasikan tidak menanggapi semua orang yang mengajak berkenalan untuk meminimalisir kelebihan pilihan yang berujung menyusahkan dalam memilih. Tentukan filter diri dan jangan tanggapi orang-orang yang tidak sesuai dengan nilai Anda sekaligus meminimalisir terbawanya Anda ke dalam hubungan berbahaya.

    Baca juga: Macam Kesalahan di Tahun Pertama Pernikahan, Tugas Sulit Pengantin Baru

    Deskripsikan secara jelas apa yang baik dan tidak. Hal ini termasuk membatasi dalam meminjamkan atau memberi materi seperti uang dan barang-barang. Anda juga perlu memiliki batasan emosi. Emosi Anda punya sendiri dan Anda yang bertanggung jawab menenangkan diri.

    "Jadi, ketika orang lain marah, sedih, kecewa itu tanggung jawab dia menenangkan diri. Mempunyai batasan emosi artinya kita tidak mudah merasa sedih kalau orang sedih. Ciri hubungan tidak sehat, orang menyalahkan kekecewaannya ke kita. Itu tanda-tanda orang berusaha melewati batasan emosi kita," kata Pingkan.

    Kemudian, saat mengisi profil sebaiknya jujur. Taruhlah foto-foto yang memang mewakili diri tanpa harus melebih-lebihkan atau mengurangi sesuatu.

    Duta OkCupid Indonesia, Andrea Gunawan (@catwomanizer), yang berpengalaman memanfaatkan aplikasi kencan, menyarankan Anda tidak memberikan nomor telepon pribadi pada orang yang belum dikenal dengan baik. Menurutnya, gunakan dulu fitur komunikasi dalam aplikasi untuk melindungi.

    Selain itu, cobalah melakukan verifikasi data profil orang yang mengajak berkenalan. Jangan percaya 100 persen pada data yang tertera di profilnya. Gunakan intuisi. Anda yang khawatir bertemu pria hidung belang dan berorientasi pada hubungan seksual, pelajari bagaimana dia berkomunikasi.

    "Sekedar menyapa dengan 'hai', main fisik, ajak chat berbau sensual itu red flag. Sudah sedikit melecehkan kalau dia berkomentar soal sisi sensual. Kalau masih chat di aplikasi, sebaiknya jangan tanggapi," tutur Pingkan.

    Tolaklah orang yang meminta swafoto Anda dengan tujuan apa pun, termasuk melakukan verifikasi. Anda punya kekuatan untuk melakukannya. Foto profil di aplikasi sebenarnya sudah bisa mewakili gambaran wajah Anda.

    Jika Anda perempuan dan berniat memulai percakapan pada orang yang membuat tertarik, maka boleh-boleh saja asalkan sesuai dengan nilai-nilai yang Anda punya.

    "Perempuan chat duluan? Ya bolehlah. Hanya balik ke value Anda masing-masing, bukan value orang tua. Apa Anda oke menyapa duluan," kata Pingkan.

    Dia mengatakan penting bagi yang menginginkan hubungan solid melandasinya dengan pertemanan, yakni saling kenal, jujur, mengapresiasi keberadaan masing-masing, terbuka. Hal ini akan mempermudah menjalani relasi yang umumnya mengalami pasang dan surut.

    Hubungan solid yang di dalamnya terdapat apresiasi, saling kenal, jujur, melihat dengan cara pandang yang kurang lebih sama menjadi penting saat stres. Anda jadi bisa cenderung lebih mudah menyelesaikan masalah dengan pasangan atau di luar hubungan.

    Pingkan mengatakan di masa pandemi belakangan ini, orang-orang yang kesulitan langsung memilih bertemu daring, termasuk untuk urusan mencari pasangan. Aplikasi kencan daring bahkan menjadi pilihan bukan hanya orang berusia 21-40 tahun tetapi juga rentang usia 50-60 tahun.

    Data OkCupid menunjukkan terjadi peningkatan 280 persen penggunanya melakukan kencan online pada April 2020 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ketika hubungan fisik tidak lagi menjadi pilihan utama bagi banyak orang, ada peningkatan yang signifikan pada hubungan secara virtual, yang biasanya berdiskusi mulai dari kasus perubahan iklim hingga memasak.

    Data juga menunjukkan, terdapat penurunan sejumlah 20 persen pengguna yang memilih untuk mencari hubungan sekadar main-main atau hubungan jangka pendek dan sebanyak 43 persen pengguna menginginkan hubungan jangka panjang atau mencari pasangan yang serius untuk diajak ke jenjang pernikahan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.