Tips buat yang baru Memulai Bisnis Fashion, Manfaatkan Media Sosial

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bisnis fashion (pixabay.com)

    ilustrasi bisnis fashion (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Topik yang menjadi pembahasan di berbagai lini bisnis online, termasuk fashion, saat ini adalah merancang lanskap dengan strategi digitalisasi yang efektif, hasil terbaik, dan portal hasil tinggi yang memastikan kinerja online yang lebih baik. Sebuah laporan yang dirilis oleh Launchmetrics menunjukkan pada 2021 performa industri fashion, kecantikan, dan barang mewah akan berjalan berdampingan untuk unggul dengan algoritma daring dan digitalisasi.

    Dilansir melalui Times of India, pendiri Business of Fashion, Imran Amed, mengadakan dialog tentang analisis pasar dan terkait dengan ide digital futuristik untuk membentuk dunia perdagangan digital ke depan. Untuk menyambut cara bisnis baru, beberapa pakar yang hadir dalam dialog itu menunjukkan beberapa elemen penting yang harus dipertimbangkan oleh pemilik merek.

    Pendekatan yang berkelanjutan
    Keberlanjutan banyak diperbincangkan di sebagian besar panel debat dan webinar, di mana untuk keuntungan produksi di masa mendatang, perubahan harus dilakukan. Ini adalah peringatan yang tidak dapat diabaikan oleh brand fashion, kecantikan, atau barang mewah. Keberlanjutan tidak hanya menjamin kesejahteraan beberapa pihak namun juga memberikan keuntungan finansial dan logistik. Brand harus memahami dampak produksi terhadap lingkungan sebelum membuat atau memasarkan apa pun di masa depan.

    Kecerdasan emosional
    Jika ada satu hal yang dipelajari orang setelah pandemi, itu adalah memiliki belas kasih terhadap mereka yang kehilangan dan melewati masa sulit. Menjaga DNA produk tetap terhubung dengan emosi target memberikan kenyamanan yang sama pentingnya ketika brand menciptakan inovasi digital.

    Baca juga: Moncernya Bisnis Ikan Cupang, Bocah SMP Bisa Raup Ratusan Juta Rupiah

    Kenormalan baru
    Mengingat adanya perubahan gaya hidup yang terjadi karena kenormalan baru, perilaku belanja konsumen turut mengalami pergeseran. Mereka kini berbelanja dengan sadar hanya untuk produk berguna dan informatif serta lebih sering mencari informasi melalui influencer yang punya keberadaan kuat di media sosial. Membuat konten yang lebih kreatif dan sekaligus bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran serta penggambaran masalah sosial secara positif dapat menjadi kunci untuk maju.

    Dampak brand terhadap media sosial
    Tidak dapat disangkal budaya telah bergeser dari blogger fashion ke influencer di media sosial dan gelombang baru ini semakin intensif selama pandemi Covid-19. Banyak pemimpin fashion dan trendsetter memiliki saluran media sosial yang sangat menarik, yang mempengaruhi pembeli. Para pimpinan kreatif perusahaan sedang mencari cara untuk membuat konten digital untuk saluran media sosial sendiri melalui kolaborasi untuk meningkatkan kehadiran digital.

    Inovasi pada promosi
    Saat mengatasi semua tantangan dari pergeseran cepat di pasar global, brand harus mengikuti apa yang sedang tren. Dengan digitalisasi yang meluas dari ruang pasar, perubahan pola pikir konsumen, dan keadaan yang membutuhkan teknologi untuk menerima lebih banyak kecerdasan dan memanfaatkan data, peluang perlu diidentifikasi dengan cepat dan digunakan untuk bergerak maju. Jika konsep yang digunakan tidak inovatif dan menarik bagi pembeli, brand akan tertinggal dalam perlombaan dengan akses serbacepat dan mudah seperti sekarang.

    Masa depan konsumen online
    Perusahaan dan dewan pekan mode bekerja untuk membangun masa depan fashion dan pembeli yang datang dari platform digital dari berbagai organisasi untuk meningkatkan tren dan koleksi. Untuk itu pengenalan virtual harus dibuat secara lebih profesional dan pengertian produk dan penempatannya tidak ambigu. Dengan meningkatnya permintaan online, seseorang akan lebih fokus pada aspek di layar sekarang lebih dari sebelumnya.

    Tahun 2021 akan jadi waktu yang tepat bagi brand untuk mempersiapkan konsep bisnis yang dianggap paling berhasil guna mendukung keberadaan digital mereka. Mengubah pola pikir dari belanja fisik offline untuk sementara akan memicu perilaku menarik dari pengalaman berbelanja yang progresif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.