Sebab Orang yang Sudah Vaksinasi Covid-19 Bisa Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksinasi (Pixabay.com)

    Ilustrasi vaksinasi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh tentang vaksinasi Covid-19. Penjelasan yang lebih detail akan menghilangkan keraguan atau kebingungan mengenai keamanan, tata cara, persiapan, dan rambu-rambu yang perlu diperhatikan sebelum vaksinasi.

    Salah satu yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah, bagaimana orang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 bisa dinyatakan positif Covid-19? Contoh Bupati Sleman, Sri Purnomo yang positif Covid-19 setelah sepekan sebelumnya disuntik vaksin Covid-19. Begitu juga dengan puluhan relawan yang diketahui terinfeksi Covid-19 setelah divaksin.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Tangerang, Tolhas Banjarnahor mengatakan, seseorang yang sudah menjalan vaksinasi Covid-19 masih dapat terinfeksi Covid-19. "Pada dasarnya, tidak ada vaksin yang mempunyai efikasi atau tingkat kemanjuran seratus persen," kata Tolhas dalam keterangan tertulis, Selasa 26 Januari 2021.

    Persentase seseorang terinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi tergantung dari jenis vaksin. Misalkan vaksin Sinovac di Indonesia mempunyai efikasi 65,3 persen pada kelompok umur 18 sampi 59 tahun. "Artinya, masih ada kemungkinan 34,7 persen seseorang terkena infeksi Covid-19 meskipun telah dilakukan vaksinsi," ujar Tolhas.

    Vaksin Covid-19 jenis lain juga memiliki efikasi yang berbeda. Vaksin Moderna yang memiliki efikasi 94,5 persen dan vaksin Pfizer dengan efikasi 95 persen. Walaupun vaksin Covid-19 produksi Pfizer dan Moderna memiliki efikasi lebih tinggi dibanding Sinovac, Tolhas melanjutkan, efek samping dari vaksin Pfizer dan Moderna juga cukup berat, yaitu hingga penyakit level 3 atau membutuhkan perawatan.

    Baca juga:
    9 Kelompok yang Tidak Dianjurkan Mendapat Vaksinasi Covid-19

    Persentase efek samping yang dihasilkan vaksin Pfizer sebanyak 1,5 persen dan efek samping yang dihasilkan vaksin Moderna sebesar 4,1 persen. Sementara, vaksin Sinovac hanya memiliki efek samping 0,1 persen atau sama seperti efek simpang vaksin flu. "Risiko yang ditimbulkan oleh vaksin Covid-19 sangat kecil dibandingkan manfaatnya karena dapat menimbulkan herd immunity atau kekebalan kelompok," ujar Tolhas.

    Ketika efikasi vaksin Sinovac dinyatakan sebesar 65,3 persen, artinya dari seraturs orang yang divaksin, ada 34,7 persen yang masih berpotensi terkena infeksi Covid-19. "Kita tidak tahu masuk yang 65 persen atau 35 persen," katanya. Namun demikan, jauh lebih baik jika vaksinasi terus dilkukan ketimbang tidak. Sebab jika tidak ada vaksinasi Covid-19 sama sekali, maka kemungkinan seseorang terinfeksi Covid-19 akan menjadi seratus persen.

    Lantaran vaksinasi Covid-19 bukan jaminan orang tersebut pasti terbebas dari infeksi Covid-19, maka protokol kesehatan tetap harus ditaati, yakni #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun. Tolhas mengingatkan juga agar setiap orang menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi seimbang, rutin olahraga, cukup istirahat, dan mengelola stres.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.