Jaga Sistem Imun di Masa Pandemi Covid-19 dengan Diet Rendah Garam

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

    Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Gizi Dokter Johanes Chandrawinata mengatakan mengentaskan permasalahan gizi terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini menjadi semakin krusial. Pandemi Covid-19 ini mengharuskan kita untuk menjaga imun tubuh yang optimal. Pada saat yang sama, kita juga harus menjaga serta memperbaiki kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.

    ”Sistem imun selalu aktif melaksanakan pengawasan, namun aktivitasnya meningkat jika individu terkena infeksi. Peningkatan aktivitas ini disertai peningkatan metabolisme, yang memerlukan sumber energi dan bahan untuk biosintesa dan molekul pengatur,” ucap Dokter Johanes melalui siaran pers Webinar Hari Gizi Nasional kerjasama dengan Ajinomoto Indonesia, Rabu 27 Januari 2021.

    Baca: Cara Mudah Terhindari dari Covid-19, Tingkatkan Iman, Imun, Aman

    Sumber energi dan bahan molekul pengatur ini tentunya berasal dari diet. Karena itu kecukupan asupan berbagai jenis zat gizi sangat penting untuk menunjang sistem imun berfungsi secara optimal.

    ADVERTISEMENT

    “Melakukan diet rendah garam menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif, dengan mencegah hal tersebut, peluang kita untuk menjaga sistem imun semakin tinggi,” ucap dia.

    Menurutnya, sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam). Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020 dalam Journal of Food Science juga membuktikan peran MSG dalam menjaga rasa nikmat makanan walaupun kadar natrium-nya dikurangi antara 30-60 persen. Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya,” lanjutnya.

    Menurut Dokter Johanes kampanye Pemerintah Indonesia terkait GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), dan juga pembatasan GGL (Gula-Garam-Lemak), tidaklah cukup untuk mengentaskan permasalahan gizi di Indonesia.

    Demi imun tetap terjaga, perlu peran serta industri atau pelaku bisnis di bidang makanan dengan meningkatkan dan membuat produk yang lebih sehat rendah gula, rendah garam, dan rendah lemak, namun tetap bercita-rasa tinggi demi ikut aktif menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. "Perlu juga mendidik masyarakat agar bertambah pengetahuannya tentang makan yang lebih sehat menuju tubuh yang lebih sehat pula,” kata Johanes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.