Aneka Manfaat Beras Bambu bagi Kesehatan, Wajib Coba

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jenis beras. shutterstock.com

    Ilustrasi jenis beras. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernah dengar soal beras bambu? Beras bambu adalah jenis padi yang kurang terkenal dan jarang ditemukan karena proses pembungaan serta pembibitannya berkisar antara 20-120 tahun, namun padi ini memiliki banyak khasiat.

    Dilansir dari Boldsky, beras bambu ditanam dari rebung kering saat berada di tahap terakhirnya. Ketika rebung mencapai usia harapan hidup, ia mulai berbunga secara massal, bersamaan dengan menghasilkan benih untuk pohon baru.

    Bibit dari rebung yang sekarat inilah yang menjadi beras bambu berwarna hijau, kecil, dan berbentuk seperti padi saat dipanen. Bijinya kemudian dikeringkan, mirip dengan biji-bijian lain dan digunakan menjadi beras.

    Beras bambu sedikit berbeda dengan butiran beras lain. Rasanya mirip dengan gandum, tapi agak manis dan berbau menyengat. Nasi bambu bebas gluten dan saat dimasak lembab, lengket, dan kenyal. Ini adalah sumber makanan utama bagi masyarakat di seluruh India dengan nilai gizi yang tinggi dibandingkan dengan beras dan gandum.

    Menurut sebuah penelitian, biji bambu mengandung kalsium, zat besi, fosfor, asam nikotinat, vitamin B1, karoten, dan riboflavin 36,3, bersama dengan asam amino esensial penting. Beras ini juga merupakan sumber antioksidan yang baik, seperti asam linoleat dan asam palmitat. Berikut adalah beberapa manfaat dari beras bambu.

    Baca juga: Manfaat Beras Cokelat bagi Kesehatan, Sahabat Jantung dan Pencernaan

    Untuk kesuburan
    Sebuah penelitian menunjukkan ketika benih bambu diberikan kepada tikus betina, mereka menjadi aktif secara seksual dengan cara melahirkan lebih dari 800 keturunan. Hal ini menjelaskan bahwa beras bambu dapat menyebabkan perubahan pada tingkat kromosom dan juga meningkatkan kesuburan pada manusia. Minyak bambu yang diekstrak dari biji bambu juga dapat membantu mengobati gangguan endokrin dan metabolisme yang merupakan penyebab utama kemandulan pada wanita.

    Mencegah diabetes
    Beras bambu mengandung konsentrasi asam linoleat yang baik, yang merupakan antioksidan kuat. Seperti kita ketahui, sindrom ovarium polikistik atau PCOS dapat memicu intoleransi glukosa dan meningkatkan risiko diabetes. Oleh karena itu, konsumsi nasi bambu dapat membantu meningkatkan fungsi ovulasi pada wanita penderita PCOS dan mencegah terjadinya diabetes.

    Meningkatkan kesehatan tulang
    Peradangan adalah penyebab utama dari kondisi kronis seperti rheumatoid arthritis. Penyakit ini menyerang sendi dan tulang. Bambu mengandung banyak sekali senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan polisakarida yang diketahui memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan dan dapat membantu mengurangi sitokin inflamasi dan mengontrol nyeri sendi, rematik, dan nyeri punggung.

    Menurunkan kolesterol
    Beras bambu mengandung serat dan fitosterol yang tinggi, sterol tumbuhan yang mirip dengan kolesterol dalam tubuh manusia. Fitosterol menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dengan menghalangi penyerapannya. Selain itu, serat pada nasi bambu membantu memberikan rasa kenyang dan menurunkan kolesterol.

    Mengatur tekanan darah
    Masalah hormonal dan kolesterol tinggi adalah penyebab utama tekanan darah. Beras bambu efektif dalam mengobati gangguan endokrin karena aktivitas antioksidannya sekaligus mengurangi kadar kolesterol karena adanya serat. Ini dapat membantu mengurangi penebalan arteri dan mengelola tekanan darah.

    Meningkatkan suasana hati
    Produk turunan bambu memiliki berbagai macam efek perlindungan, termasuk efeknya pada gangguan sistem saraf. Beras merah yang berasal dari biji bambu dikenal memiliki khasiat pengatur suasana hati. Ini membantu dalam pelepasan dua neurotransmiter penting yakni serotonin dan dopamin yang membantu meningkatkan suasana hati dan meningkatkan fungsi otak.

    Menjaga kesehatan gigi
    Sebuah penelitian mengungkap tentang efek perlindungan vitamin B6 terhadap karies gigi. Beras bambu kaya vitamin B6. Vitamin esensial ini dapat membantu melindungi gigi dari kerusakan yang disebabkan oleh bakteri dan mencegah karies atau gigi berlubang. Vitamin B6 juga membantu memperkuat gigi.

    Menyembuhkan batuk
    Kandungan fosfor dalam nasi bambu dapat membantu meredakan gejala pernapasan, seperti batuk iritasi dan sakit tenggorokan. Fosfor juga dikenal memiliki sifat antiastmatik dan dapat membantu meredakan gejala asma kronis.

    Mencegah kekurangan vitamin
    Nasi bambu penuh vitamin B esensial, terutama B6 (piridoksin). Vitamin ini dibutuhkan untuk produksi sel darah merah, fungsi saraf, dan perkembangan kognitif. Kekurangan vitamin B6 pada orang dewasa dan anak-anak dapat menyebabkan anemia, kejang, Alzheimer, dan gangguan kognitif. Konsumsi beras bambu dapat membantu mencegah kondisi tersebut karena adanya vitamin B6.

    Kaya protein
    Asam amino adalah bahan penyusun protein. Kehadiran asam amino dalam beras bambu dapat membantu mencegah kekurangan nutrisi ini dan gangguan terkait seperti hati berlemak, pertumbuhan dan perkembangan yang tidak tepat, penyakit kulit, rambut, kuku serta peradangan.

    Meningkatkan kesehatan pencernaan
    Serat bertindak sebagai bahan bakar usus dan membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Ini mendorong pergerakan materi di usus dan menggumpalkan tinja, yang pada gilirannya, bermanfaat bagi sistem gastrointestinal. Beras bambu kaya serat dan karenanya bisa menjadi bagian dari makanan sehat untuk meningkatkan pencernaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.