Lawan COVID-19, Tanaman Echinace Purpurea Dinilai Baik Jaga Imun Tubuh

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu suplemen berbahan herbal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh adalah suplemen yang mengandung Echinacea Purpurea. Ketua PP Peralmuni Iris Rengganis mengatakan Echinace Purpurea memiliki manfaat sebagai imunomodulator, yang berarti Echinacea Purpurea dapat mengatur kerja sistem imun tubuh. Menjaga daya tahan imun tubuh pun sangat diperlukan untuk melawan COVID-19. "Berdasarkan mekanisme kerjanya, Echinace Purpurea dapat digunakan untuk pencegahan penyakit infeksi, salah satunya infeksi pada saluran pernafasan atas dan bawah,” kata Iris dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 9 Februari 2021.

    Para Ahli Perhimpunan Dokter Paru Indonesia telah mendiskusikan penggunaan Echinacea Purpurea di masa pandemi melalui acara webinar Expert Meeting bertajuk 'Peranan Echinacea Purpurea di Pandemi Covid-19' yang digelar pada 19 September 2020.

    Baca: Peluang Ibu Hamil Penyintas Covid-19 Transfer Antibodi ke Bayi

    Dari hasil diskusi tersebut, sejumlah kesimpulan diperoleh. Pertama, berdasarkan data penelitian yang ada, pemberian Echinacea purpurea berperan sebagai imunomodulator dan membawa komponen sistem imun ke level yang dibutuhkan agar tubuh siap untuk melawan infeksi. Echinacea purpurea juga tidak menyebabkan terjadinya badai sitokin (cytokine storm).

    Kedua, pada Covid-19 terdapat berbagai modalitas terapi yang diberikan. Echinacea purpurea dapat diberikan sebagai salah satu modalitas tersebut, yaitu sebagai terapi preventif pada orang sehat ataupun terapi adjuvan dalam kasus konfirmasi tanpa gejala dan pasien gejala ringan.

    Ketiga, dosis Echinacea purpurea yang diberikan sesuai dengan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebesar 1000 miligram sekali sehari, selama 8 minggu atau sampai dengan hasil swab negatif.

    Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Persahabatan Erlina Burhan, mengatakan, saat ini, 80 persen pasien Covid-19 di Indonesia tercatat kasus tampa gejala dan pasien bergejala ringan. Sisanya, 20 persen, adalah pasien yang bergejala sedang dan berat. "Oleh karena itu, penting melakukan perlindungan diri dengan tetap memelihara dan meningkatkan imunitas tubuh, antara lain dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin yang mengandung Echinacea Purpurea,” katanya.

    Manfaat Echinacea Purpurea dalam meningkatkan sistem daya tahan tubuh juga diperkuat oleh opini para ahli Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia (Peralmuni) dalam Expert Meeting Peralmuni tentang Echinacea Purpurea yang digelar pada 12 September 2020.

    Para ahli Peralmuni menyimpulkan sejumlah hal. Pertama, Echinacea merupakan jenis tumbuhan herbal yang umum diteliti penggunaannya dalam berbagai kasus infeksi saluran napas dan common cold. Echinacea memiliki berbagai komponen zat aktif yang dianggap berperan sebagai imunomodulator, antara lain alkamide, ketoalkana, turunan asam cafeic, polisakarida, dan glikoprotein.

    Kedua, sebagai imunomodulator, Echinacea dapat berperan sebagai imunostimulan ataupun imunosupresan, bergantung pada kondisi sistem imun tubuh. Bahkan, dalam studi in-vitro lainnya, didapatkan bahwa pemberian Echinacea menghambat beberapa jenis virus, seperti virus influenza A dan B, virus parainfluenza, dan respiratory syncytial virus (RSV) melalui mekanisme interaksi langsung dengan partikel virus serta protein pembungkus virus.

    Ketiga, berdasarkan data dari berbagai studi klinis yang ada, Echinacea purpurea dapat diberikan sebagai salah satu langkah preventif ataupun terapi komplementer pada awal penyakit selama pandemi Covid-19 untuk menjaga imunitas tubuh. Dosis pemberian yang dianjurkan sesuai dengan BPOM adalah 3 kali sehari untuk sediaan 250 miligram, ataupun sekali sehari untuk sediaan 1000 miligram.

    Kasus Covid-19 masih menjadi masalah saat ini. Naiknya jumlah kasus yang berasal dari virus itu membuat pemerintah melakukan Karantina Wilayah pada tingkat mikro sejak pertengahan Januari 2021.

    Sementara itu, okupansi rumah sakit rujukan Covid-19 sudah lebih dari 70. Akibatnya, rumah sakit hanya menerima pasien dengan gejala sedang dan berat. Sedangkan pasien bergejala ringan, disarankan isolasi mandiri.

    Selain mengedukasi masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pemerintah juga melakukan vaksinasi yang dimulai sejak 13 Januari 2021. Kendati demikian, jumlah vaksin tahap pertama di Indonesia ini masih terbatas, yakni baru 3 juta dosis vaksin Corona Sinovac.

    Berbagai upaya pencegahan sekaligus perlindungan seharusnya dapat dilakukan oleh diri sendiri. Antara lain, dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjalankan gerakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas.

    Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Antara lain, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi, hingga mengonsumsi suplemen berbahan alami atau herbal.

    Merujuk Buku Pedoman BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tentang Obat Tradisional untuk Memelihara Daya Tahan Tubuh, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam memilih obat tradisional berbahan herbal. Dalam buku pedoman itu, BPOM menegaskan bahwa obat tradisional berbahan herbal dapat dinyatakan berkhasiat dan efektif meningkatkan daya tahan tubuh jika sudah melalui penelitian ilmiah, antara lain uji klinis.

    Direktur PT SOHO Industri Pharmasi dan Vice President Research & Development, Regulatory and Medical Affairs SOHO Global Health Tbk Raphael Aswin Susilo Widodo mengatakan Imboost memiliki kandungan Echinacea Pupurea. Imboost mengandung Echinacea Pupurea extract dan zinc picolinate.

    “Selain itu, terdapat juga Imboost Force yang mempunyai kekuatan lebih dalam immunomodulator, karena terdapat tambahan kandungan Blackelderberry extract yang dapat membantu menghambat replikasi virus serta menstimulasi peningkatan sistem daya tahan tubuh dengan cara meningkatkan produksi monosit, yaitu bagian darah putih yang berperan dalam sistem daya tahan tubuh, sehingga akan mempercepat proses penyembuhan bagi orang yang sudah sakit karena terinfeksi virus,” kata Aswin Susilo Widodo.

    Apa yang sudah Anda lakukan untuk melawan COVID-19?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.