Ayo Lindungi Jantung dan Tingkatkan Kekebalan dengan Jeruk Purut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeruk purut. Foto: bidorbuy.co.za

    Jeruk purut. Foto: bidorbuy.co.za

    TEMPO.CO, Jakarta - Jeruk purut biasa digunakan sebagai tambahan pada masakan. Tak hanya buahnya, kulit dan daunnya berguna untuk penyedap makanan, bahkan bisa mengobati berbagai penyakit.

    Dilansir dari Boldsky, kulit jeruk purut memiliki kandungan utama seperti limonen, betapinen, dan sabinen, sedangkan daunnya mengandung sitronelal sebagai senyawa utama. Daun dan kulit buahnya mengandung senyawa fenolik dan antioksidan. Namun, bagian utamanya adalah sari buah yang kaya flavonoid dan antioksidan yang sangat kuat.

    Selain itu, jeruk purut merupakan sumber vitamin C, serat makanan, kalsium, folat, vitamin B6, kalium, vitamin B1, magnesium, riboflavin, fosfor, dan asam pantotenat yang baik. Berikut beberapa manfaat jeruk purut bagi kesehatan.

    Melindungi jantung
    Sebuah penelitian menunjukkan jeruk purut memiliki kandungan naringenin dan hesperidin yang merupakan flavonoid ampuh. Zat ini memiliki aktivitas antioksidan kuat yang membantu meningkatkan kesehatan jantung dan melindunginya dari kerusakan akibat radikal bebas.

    ADVERTISEMENT

    Sifat antikanker
    Penelitian mengungkap senyawa organik bernama fitol dan lupeol dalam buah tersebut menurunkan perkembangbiakan sel leukemia sehingga mencegah timbulnya kanker. Jenis kanker yang dapat dicegah adalah usus besar, serviks, darah, dan banyak lagi.

    Baca juga: 8 Makanan Tinggi Vitamin C Selain Jeruk

    Meredakan batuk
    Jeruk purut adalah pereda batuk yang sangat baik, dapat membantu melonggarkan dahak jika diminum dengan madu. Sebuah penelitian berbicara tentang efek antiinflamasi jeruk purut terhadap demam dan batuk. Senyawa kumarin yang ditemukan di kulit buah juga menunjukkan aktivitas antiinflamasi dan dapat membantu meredakan batuk.

    Baik untuk kesehatan mulut
    Jeruk purut memiliki efek antimikroba terhadap bakteri Streptococcus yang bertanggung jawab atas sebagian besar penyakit gigi. Bakteri tersebut cenderung menyebabkan pembentukan biofilm pada gigi dan berkembang biak sehingga menyebabkan kerusakan gigi. Jeruk purut mencegah pembentukan biofilm oral dan juga mencegah pertumbuhan bakteri.

    Meningkatkan kekebalan
    Buah dan daun jeruk purut memiliki aktivitas antioksidan yang kuat karena adanya berbagai polifenol, termasuk flavonoid, asam fenolat, karotenoid, dan alkaloid. Bersama-sama, mereka berkontribusi pada aktivitas imunomodulator dan membantu meningkatkan kekebalan untuk melawan berbagai penyakit.

    Mencegah keracunan hati
    Pasien yang menggunakan obat kemoterapi seperti doksorubisin dalam jangka waktu lama berisiko tinggi mengalami kelainan fungsi hati. Jeruk purut memiliki efek hepaprotektif dan dapat membantu mengurangi keracunan hati dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi sel yang rusak akibat radikal bebas.

    Mencegah infeksi
    Perasan jeruk purut mengandung agen bakterisida yang potensial. Ketika digunakan sebagai disinfektan secara efektif dapat membunuh berbagai jenis bakteri seperti P. aeruginosa dan mencegah penyebaran infeksi. Sari jeruk purut ini banyak ditambahkan ke produk pembersih yang ditujukan untuk rumah sakit.

    Baik untuk pertumbuhan rambut
    Jeruk purut tidak hanya baik untuk kulit tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan rambut. Di Thailand, buah ini digunakan sebagai obat alami untuk ketombe, kebotakan, dan rambut rontok. Jeruk purut juga digunakan dalam banyak produk perawatan rambut karena aroma dan aktivitas pertumbuhan rambutnya.

    Mendetoksifikasi darah
    Jeruk purut adalah detoksifikasi alami dan membantu membersihkan hati, ginjal, dan darah. Tingkat polifenol yang tinggi dalam sari jeruk purut membantu membuang racun atau lemak berbahaya dari tubuh, memberikan energi yang cukup secara bersamaan dengan menjaga tubuh terhidrasi lebih lama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.